Senin, 26 Juni 2017

Masyarakat Harus Jeli Dalam Membeli Obat

id Palangka Raya, BPOM, Kepala BPOM, Palangka Raya, Trikoranti Mustikawati, Masyarakat Harus Jeli Dalam Membeli Obat,
Masyarakat Harus Jeli Dalam Membeli Obat
Ilustrasi (Foto Antara Kalteng/Ronny NT)
Kami berharap masyarakat bisa lebih jeli lagi dalam memilih barang makanan maupun jenis obat-obatan yang bisa saja berbahaya,"
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Palangka Raya Trikoranti Mustikawati meminta masyarakat untuk jeli dalam membeli obat dan makanan sehingga terhindar dari produk ilegal dan berbahaya.

"Kami berharap masyarakat bisa lebih jeli lagi dalam memilih barang makanan maupun jenis obat-obatan yang bisa saja berbahaya," kata Trikoranti di Palangka Raya, Kamis.

Ia mengatakan terbongkarnya kasus jamu dan dan obat ilegal di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (19/9), menjadi perhatian serius Balai POM untuk lebih meningkatkan pengawasan peredaran obat maupun makanan ilegal di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" itu.

"Sampai saat ini kami masih mendalami kasus tersebut apakah sudah tersebar di tempat lain apa belum," tandas Trikoranti.

Ia juga tidak menutup kemungkinan barang tersebut juga beredar di "Kota Cantik" Palangka Raya.

"Apabila terbukti ada ditemukan di Palangka Raya, maka kami akan proses dan melimpahkannya ke pihak berwajib," katanya.

Dia mengatakan petugas penindakan dan pengawasan BPOM di Palangka Raya sudah diterjunkan ke lapangan untuk menelusuri tempat yang diduga masih menjual obat maupun makanan ilegal.

Sebelumnya, Kepala Seksi Sertifikasi Layanan Informasi Konsumen (Serlik) BPOM Gusti Tamjidillah mengimbau masyarakat untuk teliti dan berhati-hati jika membeli obat-obatan dan kosmetik secara daring (online).

"Masyarakat jangan membeli secara online apalagi jika itu adalah obat keras yang seharusnya menggunakan resep dokter. Jika membeli kosmetik pun juga harus teliti termasuk melihat komposisi dan memastikan yang dibelinya itu legal," katanya.

Gusti mengatakan bahwa di kota-kota besar penjualan berbagai obat-obatan dan produk kosmetik secara daring semakin marak.

Obat-obatan ilegal yang dijual secara daring tersebut biasanya merupakan resep dokter dan untuk penyakit-penyakit spesifik.

Selain itu untuk kosmetik, produk perawatan dan pemutih kulit mendominasi penjualan produk kecantikan secara daring.

Dia pun mengakui bahwa penjualan obat dan kosmetik secara daring itu membuat pengawasan peredaran produk farmasi tersebut lebih sulit dibanding pengawasan di toko konvensional.

"Untuk itu, meskipun transaksi secara `online` lebih mudah, tapi kami terus mengimbau agar masyarakat mengedepankan berbelanja di toko-toko konvensional," katanya. 

Editor: Ronny

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga