Sabtu, 24 Juni 2017

Hore! Petani Barito Utara Terima Bantuan Puluhan Bibit Jagung

id Petani Barito Utara Terima Bantuan Puluhan Bibit Jagung, bibit jagung barito utara, muara teweh, Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi
Hore! Petani Barito Utara Terima Bantuan Puluhan Bibit Jagung
Sejumlah pekerja menurunkan bibit jagung hybrida bantuan pemerintah di Kecamatan Teweh Timur (Istimewa)
Saat ini puluhan ton bibit jagung ini sudah diterima petani di tiga kecamatan di daerah ini,"
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Puluhan kelompok tani yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mendapat bantuan bibit jagung hybrida dari pemerintah pusat.

"Saat ini puluhan ton bibit jagung ini sudah diterima petani di tiga kecamatan di daerah ini," kata Kepala Dinas Pertanian Barito Utara (Barut), Setia Budi di Muara Teweh, Senin.

Menurut Budi, tiga kecamatan yang mendapat bantuan bibit jagung itu antara lain 27 kelompok tani dari Kecamatan Teweh Timur sebanyak 28,5 ton, petani di Kecamatan Gunung Timang 23,5 ton (23 poktan) dan petani di Kecamatan Teweh Baru dua ton. Kemudian masih ada 40 ton melalui pengadaan Litbang Pertanian untuk petani lainnya.

Bantuan bibit jagung varietas Hybrida NK 212 itu merupakan program intensifikasi dan perluasan areal tanam jagung hybrida di daerah itu.

"Tanaman jagung saat ini merupakan salah satu komoditas unggulan di Barito Utara karena punya pasar yang baik," katanya.

Sementara Bupati Barito Utara, Nadalsyah mengatakan Kabupaten Barito Utara diberi target oleh pemerintah pusat untuk membuka lahan pertanian tanaman jagung mencapai 52.000 hektare di sembilan kecamatan hingga tahun 2020.

"Kami mendapat kepercayaan pemerintah pusat membuka tanaman jagung skala besar sehingga ditargetkan hingga empat tahun ke depan Barito Utara akan menjadi lumbung tanaman jagung di Kalteng," katanya.

Menurut Nadalsyah, untuk mendukung program tersebut Pemkab Barito Utara tahun 2017 menawarkan pembukaan lahan untuk tanaman jagung secara luas di sejumlah desa di antaranya Desa Sabuh Kecamatan Teweh Baru, kemudian Desa Batu Raya I seluas 975 hektare dan Batu Raya II seluas 750 hektare.

Saat ini tanam jagung yang siap tanam di Desa Batu Raya II ada 400 hektare dan setelah panen tahap tanam kedua sebesar 350 hektare. Kemudian Desa Tongka juga siap untuk membuka lahan 3.000 hektare. Tapi lahan yang dibuka tidak sembarangan lahan, bukan lahan lahan HPH.

Dengan adanya perintah pemerintah pusat maka juga terbit peraturan baru yaitu tidak boleh membuka lahan dengan cara membakar. Itu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah daerah sehingga perlu menggandeng Perusahaan Daerah "Batara Membangun" untuk membuka lahan secara modern tanpa membakar.

"Untuk menjalankan program tanaman jagung itu pemerintah pusat memberikan bantuan bibit jagung dengan sarana pendukung berupa pupuk pertisida dan herbisida," kata Nadalsyah.

Gaji akan dibayarkan oleh Perusda "Batara Membangun" dengan sistem kemitraan dan membuka lahan serta membina masyarakat untuk bertani kemudian hasil dari panen itu untuk petani sendiri.

"Jadi mengenai hasil panen, petani tidak akan dirugikan dan tidak akan dibebankan karena petani bekerja sudah mendapatkan upah. Jangan sampai ada opini masyarakat bahwa Perusda memaksa petani untuk bekerja sama. Tetapi sebetulnya tidak, Perusda membantu masyarakat sepenuhnya," jelas dia.

Di samping itu Kabupaten Barito Utara merupakan daerah pemasok terbesar jagung di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan untuk kebutuhan bahan baku pakan ternak pabrik PT Comfeed di Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan selama tahun 2016.

"Kabupaten Barito Utara berada di urutan pertama dari seluruh kabupaten di Kalteng dan Kalsel penghasil jagung yang disuplai untuk pabrik pengolahan pakan ternak yang ada di Kalsel," ujarnya.

Editor: Ronny

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga