Senin, 26 Juni 2017

Zidane Bertekad Sudahi Kutukan Juara Bertahan Liga Champions

id real madrid, Zinedine Zidane, Zidane Bertekad Sudahi Kutukan Juara Bertahan Liga Champions
Zidane Bertekad Sudahi Kutukan Juara Bertahan Liga Champions
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. (REUTERS/Rafael Marchante)
Madrid (Antara Kalteng) - Bagi pria dan klub yang identik dengan kejayaan pada kompetisi Eropa, Zinedine Zidane dan Real Madrid selangkah lagi mencetak sejarah sebagai klub pertama yang mempertahankan gelar Liga Champions saat melawan Juventus di Cardiff, akhir pekan ini.

Sejak Kejuaraan Klub Eropa (European Cup) diubah namanya menjadi Liga Champions pada tahun 1992, tidak ada satu tim pun yang mampu mempertahankan trofi tersebut.

Namun setelah 18 bulan terjun sebagai manajer klub sepak bola, Zidane hanya membutuhkan satu laga lagi untuk bergabung sebagai 20 pelatih yang memenangkan kompetisi itu sebanyak dua kali. Selain itu, Zidane juga pernah merasakan gelar Serie A dan Piala Super Eropa bersama Juventus pada 1996.

Selain itu, mahkota Juara Eropa ke-12 untuk Real Madrid sekaligus menegaskan kembali status mereka sebagai raja Eropa karena meraih gelar Liga Champions ketiga dalam empat musim terakhir.

"Saya adalah pelatih, artinya saya telah melakukan sesuatu yang benar, tapi semua orang di skuat ini melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Zidane setelah Real menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal.

Zidane dikenal sebagai salah satu pencetak gol pada final Liga Champions terbesar saat mengalahkan Bayer Leverkusen pada 2002. Ia juga bagian dari staf pelatih Carlo Ancelotti yang mengakhiri 12 tahun penantian saat menjuarai Liga Champions ke-10 Madrid pada 2014.

Zidane pun melangkah lebih jauh, ia dan Ancelotti masuk dalam daftar tujuh orang yang berhasil memenangkan Liga Champions sebagai pemain dan pelatih saat menyingkirkan rival sekotanya, Atletico Madrid, melalui babak adu penalti di Milan pada tahun lalu.

Musim ini, Zidane membawa Madrid menyingkirkan Napoli, Bayern Muenchen dan Atletico Madrid untuk mengamankan posisi final di Cardiff.

Hal itu semakin istimewa karena mereka juga mengakhiri dominasi Barcelona di kancah domestik dengan memenangkan La Liga untuk pertama kalinya dalam lima tahun, mengangkat Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub pada awal musim ini.

"Ini adalah hari terindah dalam kehidupan profesional saya sejauh ini," Zidane yang pernah menuarai Piala Dunia bersama Prancis pada 1998 setelah memenangkan gelar La Liga pada akhir pekan lalu.

Beda filosofi


Kemenangan Real Madrid atas Juventus di Cardiff akan mengakhiri musim paling sukses dalam sejarah klub ibukota Spanyol itu.

Juventus merupakan rintangan terakhir bagi Real Madrid juga untuk Zidane yang meninggalkan klub itu untuk Los Galacticos pada 2001.

Yang menarik adalah, Zidane menghabiskan karir utama pada dua klub raksasa, Juventus dan Madrid, dengan dua filosofi yang sangat berbeda untuk memenangkan piala. Hal itu juga yang membentuk gaya manajerial Zidane saat ini.

Meskipun menjadi salah satu rekrutan asli Florentino Perez dalam skuat "mega bintang" yang pada saat itu banyak memainkan pemain bertipe menyerang. Namun Zidane tak takut menerapkan taktik bertahan yang seimbang dengan memainkan pemain pekerja keras seperti Casemiro dan Lucas Vazquez, dibandingkan menurunkan James Rodriguez yang dibeli dengan mahal.

Pengalamannya sebagai salah satu pemain terbesar dari generasinya telah memberinya keuntungan besar dari pendahulunya di Bernabeu karena ia menguasai ruang ganti pemain dengan dihormati para pemain Madrid yang penuh ego.

"Zidane telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Cristiano Ronaldo setelah Madrid memastikan gelar La Liga.

Dibandingkan Madrid yang mengoleksi 11 gelar Liga Champions, Juventus cuma memiliki dua piala pada 1985 dan 1996 dan menjadi runner-up sebanyak enam kali, termasuk pada final 2015 saat dikalahkan Barcelona.

Zidane pun sempat merasakan pahitnya kalah di final pada 1997 dan 1998 saat dikalahkan Madrid. Namun tentunya Zidane berencana akan memperpanjang penderitaan klub berjuluk Si Nyonya Tua itu.

"Pasti itu spesial karena ini adalah klub yang sangat penting bagi saya sebagai pemain. Ini adalah klub yang juga memberi saya segalanya," kata Zidane usai menembus final tahun ini.

"Sekarang saya bersama Real Madrid, klub dalam hidup saya dan akan menjadi final yang hebat," pungkas Zidane, demikian AFP.

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu

Editor: Rachmat Hidayat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga