Sabtu, 19 Agustus 2017

Budaya Dayak Tomun Diangkat Pada Pameran Wisata Bali 2017

id dayak tomun, lamandau, tanjung puting
Budaya Dayak Tomun Diangkat Pada Pameran Wisata Bali 2017
Tarian topeng dengan motif Bukung Hantu berasal dari budaya Dayak Tomun saat tampil pada Festival Babukung Lamandau 2016 (Foto Antara Kalteng/Musa Reban)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Budaya Dayak Tomun yang merupakan Destinasi Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, diangkat dalam kegiatan pameran wisata Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2017 bersama Flores, Toraja, Wakatobi pada 8-10 Juni 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, Frans Evendi melalui pernyataan tertulis yang diterima di Palangka Raya, Kamis, mengatakan, keunikan Suku Dayak Tomun yang terus mempertahankan keindahan hutan dan alam tropis Kalimantan dari destinasi Tanjung Puting akan dihadirkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau pada acara BBTF.

"Kabupaten Lamandau saat ini sedang gencar mempromosikan kebudayaan Dayak Tomun dan keindahan alam di wilayah Delang dan Tapin Bini sebagai destinasi lanjutan bagi para wisatawan yang mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting," tambahnya.

Keanekaragaman festival budaya seperti Bebantan Laman, Balayah Lanting, dan festival topeng Babukung diharapkan mampu menarik pasar Internasional.

Untuk itu, pihaknya bersama Destinasi Tanjung Puting memanfaatkan event BBTF meningkatkan promosi pariwisata Indonesia dengan memfasilitasi pertemuan Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C).

Sementara itu, BBTF yang digelar keempat kalinya ini mengangkat tema "Meet, Connect and Explore the Archipelago" dan menghadirkan tak kurang dari 230 pembeli (buyers) yang berasal dari 55 negara serta 179 penjual (sellers) dari berbagai daerah di Indonesia.

Para partisipan yang hadir merupakan pihak korporat, agen perjalanan, jaringan hotel dan resor, operator kapal pesiar, pengatur konvensi dan tempat pertemuan, serta para pembeli paket wisata.

Selain mengisi gerai pameran, keempat destinasi mendapat kesempatan khusus melakukan presentasi potensi pariwisata bertajuk "Discover New Destinations Beyond Bali" di hadapan berbagai buyers Eropa antara lain berasal dari negara Belanda, Spanyol, Jerman, Norwegia, dan Britania Raya.

Presentasi ini merupakan bentuk kerjasama antara Swisscontact Wisata, CBI (Center for the Promotion of Imports dari Pemerintah Belanda), dan Asita Bali.

Pada tahun ini BBTF menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti travel expo, seminar pariwisata, konferensi pers, sesi seller meet buyer, serta post-tour program ke berbagai destinasi prioritas Indonesia.

Diharapkan keikutsertaan empat destinasi ini dapat mendukung tercapainya target program Kementerian Pariwisata dengan hadirnya 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019.

Editor: Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga