Minggu, 20 Agustus 2017

Astaga! Pelajar Perempuan SMA PGRI Dibacok Orang Tidak Dikenal

id pelajar perempuan dibacok, SMA PGRI, polres palangka raya
Astaga! Pelajar Perempuan SMA PGRI Dibacok Orang Tidak Dikenal
Res (18) terbaring tak sadarkan diri di ruang UGD RSUD dr. Doris Sylvanus saat mendapatkan perawatan dari tim medis usai dibacok orang tak dikenal, Sabtu (17/6/2017). (Istimewa)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Res (18) pelajar perempuan SMA PGRI Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah ditemukan ibunya Ri (39) dalam kondisi tak sadarkan diri dengan mengalami luka bacok di lokasi tak jauh dari kediamannya di Jalan Mahir Mahar simpang Jalan Hui Putih ujung, Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB.

"Kasus ini sudah kita tindak lanjuti. Kita akan memburu pelaku pembacokan gadis 18 tahun ini," kata Waka Polres Palangka Raya, Kompol Bronto.

Pihak kepolisian masih belum bisa mengetahui secara pasti siapa pelaku yang membacok Res hingga mengalami luka di bagian punggung dan tangan sebelah kirinya.

"Korban masih tidak sadarkan diri dan masih menjalani perawatan lebih intensif oleh tim medis. Setelah siuman kita akan menanyakan bagaimana kronologis kejadiannya serta mengorek informasi untuk mengungkap kasus yang dialaminya itu," katanya.

Berdasarkan kronologis informasi yang dihimpun dari Ri orangtua korban, awalnya Res sengaja ditinggal di rumah sendiri karena orangtuanya itu mau bersilatuhrahmi ke tempat neneknya Res di Jalan Hiu Putih.

Malam itu juga Ri berniat hendak mengambil pakaian Sen adik Res di kediamannya itu untuk bermalam ditempat neneknya. Sampainya di rumahnya Ri melihat Res yang berada tidak jauh dari kediamannya itu tergeletak dengan bersimbah darah.

"Setelah menemukan Res dengan kondisi seperti itu, saya langsung minta tolong dengan warga setempat untuk dilarikan ke rumah sakit," ucap Ri kepada awak media.

Sementara ini aparat kepolisian masih menunggu korban sadarkan diri guna memintai keterangan lebih lanjut, sebab dalam perkara tersebut tidak ada saksi yang melihat. Hal ini membuat kepolisian kesulitan untuk memburu pelakunya sementara ini.

Editor: Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga