Rabu, 23 Agustus 2017

Pemkab Gunung Mas Urutan 6 "Stunting" Tingkat Provinsi

id gunung mas, anak Stunting, gizi buruk, buapti gumas, Arton S Dohong, Pemkab Gunung Mas Urutan 6 Stunting Tingkat Provinsi
Pemkab Gunung Mas Urutan 6
Buapti Gunung Mas (Gumas) Arton S Dohong. (Istimewa)
Kuala Kurun (Antara Kalteng) - Kabupaten Gunung Mas berada di urutan ke enam rendahnya tinggi badan anak (stunting) ditingkat provinsi Kalimantan Tengah. 

"Rendahnya tinggi badan pada balita tersebut antara berusia kisaran 0-5 tahun. Persentasenya mencapai 32,8 persen. Sedangkan untuk daerah tertingginya yaitu Kabupaten Barito Timur yang mencapai 50 persen," kata Bupati Gunung Mas Arton S Dohong belum lama ini.

Arton mengatakan, peran stakeholder dilingkup pemerintah setempat harus ikur berperan dengan membuat progam kesehatan dan gizi berbasis masyarakat untuk menurunkan stunting melalui kampanye gizi skala Nasional

"Ini permasalahan yang tidak mungkin diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan upaya bersama dari sektor lain,seperti meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, pengawasan keamanan pangan yang memadai serta ketersediaan sarana sanitasi dan air bersih yang memadai," tegas Arton

Berdasarkan data Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat tahun 2016, persentase balita kurang gizi usia 0-23 bulan secara Nasional mencapai 11,9 persen.

Untuk Kalimantan Tengah, bayi umur 0-59 bulan berdasarkan berat badan dan usia, kasus gizi buruk atau kurang gizi sebesar 23,3%. 

"Kabupaten Gunung  Mas sendiri berada di urutan 10 di Kalteng untuk balita kurang gizi dengan persentase 19,2%," kata Arton.

Dikatakannya, persoalan rendahnya tinggi badan anak di Gunung Mas dapat ditekan dengan gizi yang baik dalam keluarga.Oleh karena itu, penting bagi sebuah keluarga untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB).

"Kualitas manusia masyarakat Gunung Mas harus baik.Hal itu bisa dicapai melalui gizi dalam keluarga yang tercukupi dengan baik dan dengan pendidikan yang membuat anak cerdas, berketerampilan dan berakhlak baik," kata Arton

Editor: Ronny

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga