Senin, 25 September 2017

Pilkada Palangka Raya Diprediksi Diikuti Dua Paslon, Salah Satunya Fairid?

id golkar kalteng, pilkada palangka raya, fairid naparin, abdul razak
Pilkada Palangka Raya Diprediksi Diikuti Dua Paslon, Salah Satunya Fairid?
Wakil Ketua DPRD Kalteng, Abdul Razak. (Istimiewa)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golongan Karya Kalimantan Tengah Abdul Razak memprediksi Pemilihan Kepala Daerah di Kota Palangka Raya hanya akan diikuti dua pasang calon.

Sekalipun banyak tokoh yang berkeinginan maju di Pilkada Kota namun setelah melihat perkembangan komunikasi antar Partai Politik maupun hasil survei hanya dua atau tiga paslon berpeluang mengikutinya, kata Razak di Palangka Raya, Rabu.

"Kalau paslon dari perseorangan di Pilkada Palangka Raya, sepertinya sangat berat. Saya melihat justru satu paslon diusung perpaduan beberapa parpol, dan satu paslon lagi diusung sendiri oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), ini yang kemungkinan terjadi," tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Kalteng ini membenarkan dari dua paslon yang kemungkinan maju di Pilkada Kota Palangka Raya, salah satunya adalah anaknya, Fairid Naparin. Kemungkinan tersebut setelah melihat hasil survey yang dilakukan sejumlah parpol, elektabilitas Fairid trennya terus mengalami peningkatan.

Razak mengatakan hasil survey tersebut membuat peluang Fairid diusung Partai Golkar, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

"Saya awalnya tidak terlalu banyak terlibat, tapi karena melihat elektabilitas Fairid sangat tinggi bahkan trennya terus mengalami peningkatan, ya saya ikut berkomunikasi dengan sejumlah parpol. Komunikasi dan hubungan saya dengan sejumlah parpol kan baik," bebernya.

Mantan Ketua DPD Golkar Kalteng dua periode ini mengatakan apabila semua parpol tersebut sepakat, solid dan mendaftarkan Fairid sebagai Calon di Pilkada Palangka Raya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka pesaingnya otomatis berasal dari PDIP yang mampu mengusung sendiri calonnya.

"Mengenai siapa yang menjadi Wakil yang mendampingi Fairid, ini sedang kita bahas dengan sejumlah parpol. Beberapa kriteria sudah dirumuskan sejumlah parpol, tinggal melihat siapa orangnya. Itu saja sekarang ini yang sedang kita lakukan," demikian Razak. 

Editor: Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga