Senin, 25 September 2017

Ribuan Warga Kobar Antusias Saksikan Karnaval Kemerdekaan

id Bupati Kobar, Hj Nurhidayah, Karnaval Kemerdekaan, Kotawaringin Barat
Ribuan Warga Kobar Antusias Saksikan Karnaval Kemerdekaan
Barongsai kesenian warga Tionghoa yang turut serta meramaikan Karnaval Kemerdekaan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. (Foto Calvin)
Pangkalan Bun (Antara Kalteng) - Ribuan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tumpah ruah disepanjang Jalan Pangeran Antasari. Padatnya manusia tersebut untuk menyaksikan meriahnya Karnaval Kemerdekaan HUT ke-72 Republik Indonesia tahun 2017.

Bupati Kobar, Hj Nurhidayah, di Pangkalan Bun, Sabtu mengatakan, ramainya masyarakat yang menyaksikan karnaval itu membuktikan bahwa masih besarnya rasa cinta tanah air rakyat Indonesia. Karnaval itu tidak hanya sekadar seremoni atau sebuah kegiatan yang memang menjadi agenda setiap tahunnya.

"Karnaval itu bukan hanya sebuah seremoni atau agenda rutin yang memang setiap tahun dilaksanakan. Jauh di dalam lubuk hati kita, makna karnaval ini bertujuan untuk mengingatkan kita bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan demi kemerdekaan RI," kata Hj Nurhidayah.

Melalui karnaval itu beragam kesenian daerah Indonesia ditampilkan para peserta yang terdiri dari pelajar-pelajar se-Kabupaten Kobar baik tingkat SD, SMP dan SMA, kemudian ada juga yang menampilkan kesenian Barongsai etnis Tionghoa.

Tak ketinggalan kesenian daerah lokal dari Suku Dayak yang dibawakan oleh peserta dari seluruh sekolah yang ada di Kobar, dan juga Kesultanan Kutaringin, yang para pesertanya menggunakan pakaian didominasi warna kuning.

Menurut Hj Nurhidayah, ragam kesenian dari seluruh daerah di Indonesia yang dihadirkan pada karnaval itu merupakan salah satu cara mengingatkan masyarakat akan kebhinekaan Bangsa Indonesia.

"Pawai ini sebuah momentum agar kita semua selalu mengingat bahwa Indonesia terdiri dari ragam budaya, suku dan agama. Sehingga perlu ditanamkan di dalam hati kita untuk selalu menjaga kebhinnekaan," ungkapnya.

Sementara itu, Vivi warga Kelurahan Raja menuturkan, ia sengaja mengajak anaknya untuk menonton Karnaval Kemerdekaan. Tidak hanya untuk menghibur, menurutnya pawai kemerdekaan itu bisa menjadi salah satu cara sebagai media pembelajaran untuk mengingatkan bahwa setiap tanggal 17 Agustus merupakan hari proklamasi kemerdekaan RI.

"Sama seperti kita dulu sewaktu masih kecil setiap memperingati kemerdekaan, pawai menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu. Sedikit banyak, anak saya tahu ragam budaya Indonesia yang ditampilkan menjadi bukti bahwa Indonesia itu terdiri dari bermacam-macam suku, budaya dan agama," ungkap Vivi.

Editor: Rachmat Hidayat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga