AS abaikan ancaman Korea Utara
Rabu, 27 Maret 2013 13:47 WIB
Tentara Korea Utara mengikuti latihan militer dalam gambar yang dirilis oleh kantor berita resmi Korut KCNA di Pyongyang, Rabu (20/3). Menurut KCNA gambar diambil pada Rabu (20/3).(REUTERS/KCNA) Ist
Washington (ANTARA
News) - Gedung Putih, Selasa, memperjelas bahwa pihaknya tidak akan
bereaksi berlebihan terhadap ancaman militer Korea Utara, dan mengatakan
negara itu "mengikuti pola" untuk meningkatkan ketegangan.
"Kami melihat ini sebagai bagian dari pola, dan kita menanggapi dengan cara yang kita selalu memiliki," kata sekretaris pers Jay Carney pada konferensi pers, seperti yang dilaporkan oleh Yonhap.
Dia menanggapi peringatan Korea Utara yang terbaru yang akan menempatkan pasukan artileri dan roket pada postur pertempuran tingkat tertinggi melawan AS dan Korea Selatan.
Carney menegaskan bahwa sikap agresif Pyongyang adalah kontra-produktif.
"Seperti yang kita katakan secara konsisten, DPRK (Korea Utara) tidak akan mencapai apa-apa dengan ancaman-ancaman atau provokasi-provokasi ini, yang hanya akan makin mengucilkan Korea Utara dan merusak upaya-upaya internasional untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di Asia Timur Laut," tambahnya.
Ia mendesak Pyongyang untuk mengindahkan seruan Presiden Barack Obama agar kepemimpinannya "memilih jalan perdamaian dan untuk memenuhi kewajiban internasionalnya."
Pada beberapa pekan terakhir di tengah ancaman verbal yang kuat, Angkatan Darat Komando Tertinggi Tentara Rakyat Korea Utara Selasa (waktu setempat) mengambil langkah-langkah untuk melindungi kedaulatan negara komunis itu.
"Dari saat ini, Komando Tertinggi menempatkan semua artileri lapangan termasuk unit-unit roket strategis dan artileri jarak jauh ke postur siap tempur nomor satu," katanya dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi negara itu, KCNA.
Mereka menargetkan daratan AS, Hawaii dan Guam dan pangkalan militer AS di Pasifik serta Korea Selatan, tambah pernyataan itu.
Korea Utara telah meningkatkan ancaman militer sejak Dewan Keamanan PBB memperkenalkan sanksi baru terhadap Pyongyang pada awal Maret untuk uji coba nuklirnya.
Korea Utara juga menyatakan kemarahannya terhadap beberapa pelatihan militer gabungan skala besar antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, di mana pembom strategis AS B-52 ikut serta bersama dengan 13.500 tentara Amerika.
Latihan Foal Eagle, yang dimulai pada 1 Maret akan digelar sampai 30 April. Negara-negara sekutu juga mementaskan pelatihan yang disebut Key Resolve dari 11-21 Maret.
Penerjemah : Askan Krisna
"Kami melihat ini sebagai bagian dari pola, dan kita menanggapi dengan cara yang kita selalu memiliki," kata sekretaris pers Jay Carney pada konferensi pers, seperti yang dilaporkan oleh Yonhap.
Dia menanggapi peringatan Korea Utara yang terbaru yang akan menempatkan pasukan artileri dan roket pada postur pertempuran tingkat tertinggi melawan AS dan Korea Selatan.
Carney menegaskan bahwa sikap agresif Pyongyang adalah kontra-produktif.
"Seperti yang kita katakan secara konsisten, DPRK (Korea Utara) tidak akan mencapai apa-apa dengan ancaman-ancaman atau provokasi-provokasi ini, yang hanya akan makin mengucilkan Korea Utara dan merusak upaya-upaya internasional untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di Asia Timur Laut," tambahnya.
Ia mendesak Pyongyang untuk mengindahkan seruan Presiden Barack Obama agar kepemimpinannya "memilih jalan perdamaian dan untuk memenuhi kewajiban internasionalnya."
Pada beberapa pekan terakhir di tengah ancaman verbal yang kuat, Angkatan Darat Komando Tertinggi Tentara Rakyat Korea Utara Selasa (waktu setempat) mengambil langkah-langkah untuk melindungi kedaulatan negara komunis itu.
"Dari saat ini, Komando Tertinggi menempatkan semua artileri lapangan termasuk unit-unit roket strategis dan artileri jarak jauh ke postur siap tempur nomor satu," katanya dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi negara itu, KCNA.
Mereka menargetkan daratan AS, Hawaii dan Guam dan pangkalan militer AS di Pasifik serta Korea Selatan, tambah pernyataan itu.
Korea Utara telah meningkatkan ancaman militer sejak Dewan Keamanan PBB memperkenalkan sanksi baru terhadap Pyongyang pada awal Maret untuk uji coba nuklirnya.
Korea Utara juga menyatakan kemarahannya terhadap beberapa pelatihan militer gabungan skala besar antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, di mana pembom strategis AS B-52 ikut serta bersama dengan 13.500 tentara Amerika.
Latihan Foal Eagle, yang dimulai pada 1 Maret akan digelar sampai 30 April. Negara-negara sekutu juga mementaskan pelatihan yang disebut Key Resolve dari 11-21 Maret.
Penerjemah : Askan Krisna
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gempa dahsyat guncang Jepang, 38 orang tewas dan ribuan bertahan di pengungsian
03 August 2026 4:21 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Gempa dahsyat guncang Jepang, 38 orang tewas dan ribuan bertahan di pengungsian
03 August 2026 4:21 WIB