Sisi lain Palestina dalam sebuah orkestra
Kamis, 28 Maret 2013 9:17 WIB
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma) (Istimewa)
Jakarta (ANTARA
News) - Palestina ternyata bukan hanya soal perang, tapi juga punya
musisi-musisi yang siap untuk menampilkan sajian orkestra.
Hal itulah yang ingin diperlihatkan oleh Palestine National Orchestra dalam konsernya pada 30-31 Maret 2013 di Aula Simfonia, Jakarta. Sebanyak 48 musisi yang tinggal di Tanah Palestina dan juga diaspora (tersebar di seluruh dunia), siap membawakan lagu-lagu musik klasik.
"Ini merupakan sebuah dimensi keoptimisan dari Palestina, yang menunjukkan keinginan hidup seperti orang lain (bangsa lain)," ujar Duta Besar Palestina, Fariz N. Mehdawi di Jakarta, Rabu.
"Bagaimana sebenarnya Palestina?, ini saatnya menunjukkan sisi lain kami," tambahnya.
Menurut dia, Palestina sama seperti negara-negara lain yang juga punya seni dan budaya. Salah satu tujuan hadirnya Palestine National Orchestra, yaitu untuk memperlihatkan sisi lain tersebut.
"Kami bukan hanya petarung yang baik, tapi juga bisa main musik," papar Fariz.
Rencananya orkestra yang terbentuk sejak 2004 tersebut, akan membawakan beberapa karya dari Mozart dan Beethoven. Selain itu, mereka juga siap berkolaborasi dengan musisi asal Indonesia seperti Michelle Siswanto (biola) dan Rama Widi (harpa).
Hal itulah yang ingin diperlihatkan oleh Palestine National Orchestra dalam konsernya pada 30-31 Maret 2013 di Aula Simfonia, Jakarta. Sebanyak 48 musisi yang tinggal di Tanah Palestina dan juga diaspora (tersebar di seluruh dunia), siap membawakan lagu-lagu musik klasik.
"Ini merupakan sebuah dimensi keoptimisan dari Palestina, yang menunjukkan keinginan hidup seperti orang lain (bangsa lain)," ujar Duta Besar Palestina, Fariz N. Mehdawi di Jakarta, Rabu.
"Bagaimana sebenarnya Palestina?, ini saatnya menunjukkan sisi lain kami," tambahnya.
Menurut dia, Palestina sama seperti negara-negara lain yang juga punya seni dan budaya. Salah satu tujuan hadirnya Palestine National Orchestra, yaitu untuk memperlihatkan sisi lain tersebut.
"Kami bukan hanya petarung yang baik, tapi juga bisa main musik," papar Fariz.
Rencananya orkestra yang terbentuk sejak 2004 tersebut, akan membawakan beberapa karya dari Mozart dan Beethoven. Selain itu, mereka juga siap berkolaborasi dengan musisi asal Indonesia seperti Michelle Siswanto (biola) dan Rama Widi (harpa).
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Pemerintah dorong promosi karya sineas Indonesia tembus pasar internasional
02 February 2026 0:21 WIB
Menteri Ekraf sebut The Jakarta Toys and Comics Fair sebagai etalase karya kreator
02 February 2026 0:07 WIB