Jakarta (ANTARA News) - Asosiasi Perdagangan Elektronika Indonesia (IdEA) menilai penggunaan Nama Domain Indonesia (.id) tidak menguntungkan pelaku usaha dibanding domain .com.
"Kami
sebagai pelaku bisnis tetap menunggu peraturan dari pemerintah, tapi
ingin peraturan itu dipercepat," kata Ketua Umum IdEA, Daniel Tumiwa, di
sela diskusi terbuka IdEA di Jakarta, Selasa.
Para pelaku perdagangan elektronika (e-commerce) yang tergabung dalam asosiasi itu mengharapkan pendaftaran Domain .id dapat lebih mudah dibanding .com.
Mereka menyatakan domain .com lebih komersial untuk pengembangan bisnis secara regional dan global dibanding domain .id.
Daniel
mengatakan para pelaku bisnis atau penyelenggara perdagangan elektronik
Indonesia membutuhkan kepastian pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor
82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik
untuk pengambilan keputusan bisnis.
"Kami, bersama pemerintah, ingin menyampaikan daftar perusahaan-perusahaan atau pelaku usaha yang berniat baik," kata Daniel.
Meski
tidak menyebut standar pengukuran nilai perdagangan elektronik di
Indonesia, Daniel mengatakan potensi pertumbuhan perdagangan dalam
negeri mencapai empat hingga enam kali lipat dalam setahun.
Kementerian
Komunikasi dan Informatika selaku regulator teknis PP No.82 tahun 2012
belum mengeluarkan peraturan menteri terkait aspek teknis
penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronika, termasuk kemungkinan
insentif yang diharapkan IdEA.
"Saat ini, Rancangan Peraturan
Menteri (terkait sistem dan transaksi elektronik) masih tahapan diskusi
antara Kemkominfo dengan pihak-pihak terkait, seperti dengan IdEA," kata
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan
Informatika, Ashwin Sasongko.
IdEA nilai Domain Indonesia tidak menguntungkan
Rabu, 8 Mei 2013 19:51 WIB
Ilustrasi domain id (dailysocial.net ) (Istimewa)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disdukcapil Barut tekankan pelajar aktifkan identitas kependudukan digital
15 December 2025 7:26 WIB