La Serena (ANTARA News) - Dua jagoan di kancah Copa America kini saling
berhadapan untuk saling mengalahkan di bawah naungan kubah sepak bola
Amerika Latin. Baik Argentina maupun Uruguay maju berduel dengan
berbekal satu kata saja: "menang!"
Argentina menerima
penghormatan sebagai tim favorit dari sejumlah pandit, sementara Uruguay
mengukuhkan diri sebagai tim underdog yang siap setiap saat menyuguhkan
sajian pil pahit bagi Lionel Messi dan kawan-kawan.
Argentina
akan ditantang Uruguay dalam laga Grup B Copa America 2015 yang digelar
di Estadio La Portada de La Serena, La Serena, pada Selasa waktu
setempat, atau Rabu pagi, pukul 06.30 WIB. Pertandingan itu akan
ditayangkan secara langsung oleh Kompas TV.
Argentina di bawah
asuhan pelatih Gerardo Martino berada dalam tekanan. Pada partai perdana
di Grup B, tim Tango ditahan imbang Paraguay 2-2. Dengan begitu,
kemenangan menjadi lagu wajib, hanya saja lawan kali ini justru Uruguay
yang menyimpan asa memberi perlawanan tiada henti.
Argentina
menyimpan kenangan tidak manis di ajang Copa America 2015. Menghadapi
Paraguay, Messi dan kawan-kawan mampu unggul lebih dulu 2-0 sebelum
kebobolan dua gol balasan.
Martino disebut-sebut terlalu
mendaulat anak asuhannya untuk menyerang dan kurang memperhatikan dengan
seksama lini pertahanan. Tidak berlebihan bila skema permainan
Argentina cenderung berwarna naif, karena lawan mampu menyusun langkah
taktis ketika melakukan serangan balik.
Bukan tidak mungkin,
Uruguay di bawah arahan pelatih Oscar Tabarez siap meneror pertahanan
Argentina dengan melancarkan serangan balik yang cepat dan efisien.
Kedua
faktor inilah - jual beli serangan dan adu kokoh lini pertahanan - yang
membuat laga ini menyandang predikat sebagai "El Clasico versi Copa
America". Argentina dan Uruguay sama-sama tampil sebagai tim yang siap
memangsa lawan. Di sinilah Edinson Cavani bakal berperan di kubu
Uruguay.
Argentina tentu tidak ingin terantuk di batu kekeliruan
yang serupa ketika melawan Uruguay utamanya di ajang Copa America.
Sejarah mencatat, bahwa tiga dari 15 gelar Copa America milik La Celeste
justru diperoleh ketika Argentina menyandang predikat sebagai tuan
rumah, pada 1916, 1987, dan 2011.
Sontak aroma balas dendam
menyelusup di sanubari kubu Argentina untuk memukul balik Uruguay di
Copa America 2015. Hanya saja, Uruguay memiliki modal positif ketika
meraih kemenangan 1-0 menghadapi Jamaika di partai perdana.
Argentina
masih berada di atas angin. Lubang menganga di lini pertahanan tentu
lekas-lekas ditambal oleh Martino, hanya saja Uruguay masih menyimpan
ketajaman meski tidak diperkuat oleh Luis Suarez.
Baik Argentina
maupun Uruguay siap memberi sajian sepak bola menawan, karena kedua tim
sama-sama mampu mengerahkan serangan tiada henti karena memiliki sederet
pemain depan mumpuni. Di kubu Argentina, ada Angel Di Maria, Aguero,
Messi; di kubu Uruguay ada Cavani, Rolan, Rodriguez, Sanchez.
Komentar dua pelatih:
* Gerrardo Martino (Argentina):
"Akankah
saya mengulang (kekeliruan yang sama) ketika laga pertama? Pertanyaan
ini sulit dijawab sekarang. Anda masing-masing pernah melewati peristiwa
yang menentukan. Saya punya gagasan dan arah yang jelas ketika memimpin
dan memandu mereka."
"Kecenderungannya senantiasa mengarah
kepada pengambilan keputusan. Di laga perdana, di babak pertama ketika
melawan Paraguay, kami tidak tampil baik. Akhirnya kami menerima hukuman
di babak kedua. Sebenarnya kami mampu menang 5-2 atau 5-3."
"Laga
melawan Uruguay merupakan El Clasico, pertandingan yang sangat penting.
Penampilan Uruguay terus menunjukkan grafik meningkat sejak Piala Dunia
di Afrika Selatan. Sebagai tim, mereka mampu beradaptasi dengan
sejumlah gaya bermain."
"Sukses mereka lebih mengandalkan kepada
penampilan berkualitas dari sejumlah pemain, yakni Luis Suarez, Diego
Forlan dan Edinson Cavani, meski Suarez tengah absen. Uruguay
mengukuhkan diri sebagai tim yang kompetitif. Fakta ini mengharuskan
kami untuk menguasai bola di lini gelandang."
* Oscar Tabarez (Uruguay):
"Kami
tidak ingin sesumbar, tanpa ingin banyak menyinggung mengenai pemain
tertentu. Sesungguhnya, tidak ada tim yang mampu tampil sempurna ketika
melakoni laga pertama di sebuah turnamen. Kami berharap dapat
meningkatkan kualitas penampilan melawan mereka."
"Anda tidak
dapat menyimpulkan kualitas tim dengan hanya berpatokan dari satu laga
saja, meski kami memang perlu meningkatkan kualitas penampilan dengan
cepat di ajang Copa. Ada sejumlah hal yang menentukan ketika sebuah tim
tampil di sebuah turnamen."
Prakiraan susunan pemain:
*Argentina (4-3-3):
Romero (penjaga gawang), Rojo, Otamendi, Garay, Zabaleta, Biglia, Mascherano, Pastore, Di Maria, Aguero, Messi
Pemain cadangan:
Guzman, Andujar, Tevez, Higuain, Banega, Sasco, Demichelis, Lamela, Lavezi, Andujar, Roncaglia
* Uruguay (4-4-2):
Muslera (penjaga gawang), M. Perreira, Gimenez, Godin, Pereira, Sanchez, Arevalo, Lodeiro, Rodriguez, Rolan, Cavani
Pemain cadangan:
Munoz, Silva, Arraescaeta, Stuari, Goncalez, Fucile, Hernandez, Silva, Corujo, Coates, J. Rodriguez, Pereira
Data dan fakta (Opta):
*
Argentina dan Uruguay telah bersua lima kali di Cile dengan menorehkan
tiga kali kemenangan di Albiceleste, satu kali imbang dan satu
kemenangan bagi the Charruas.
* Kemenangan terakhir Argentina atas Celeste di Cile (6-1 di ajang Copa America 1955). Ini kemenangan terbesar mereka.
*
El Clasico del Rio de La Plata di the Copa America kali terakhir
dimainkan di Estadio Brigadier General Estanislao Lopez dan Uruguay
mengalahkan Argentina di babak kuarter-final.
* Argentina menundukkan Uruguay di tiga pertemuan terakhir di Copa America di babak penyisihan grup.
* Argentina gagal mencetak gol dalam satu dari 13 pertemuan melawan Uruguay (0-1 pada 2005).
* Hanya Uruguay (dua kali) dan Argentina (4 kali) yang mampu meraih kemenangan di Copa America yang digelar di Chile.
* Dua gol Argentina dari tiga gol ketika melawan Uruguay di ajang Copa America dihasilkan dari sundulan kepala.
* Di laga pembuka melawan Paraguay, Lionel Messi mencetak gol pertama di babak pertama di ajang Copa America.
* Messi terlibat dalam empat dari lima gol yang diraih Argentina dalam kompetisi ini (dengan tiga assists dan satu gol)
* Messi melepas tujuh tembakan di laga pembukaan melawan Paraguay.
* Sergio Aguero telah mencetak empat dari tujuh gol bagi Argentina di ajang Copa America.
Lima laga terakhir:
(W:menang; L:kalah; D:imbang)
* Argentina: D W W W L
13/ 6/15 Argentina 2 - 2 Paraguay
6/6/15 Argentina 5 - 0 Bolivia
31/3/15 Argentina 2 - 1 Ekuador
28/3/15 El Salvador 0 - 2 Argentina
18/11/14 Argentina 0 - 1 Portugal
* Uruguay: W W W W L
13/6/15 Uruguay 1 - 0 Jamaika
6/6/15 Uruguay 5 - 1 Guatemala
28/3/15 Maroko 0 - 1 Uruguay
18/11/14 Cile 1 - 2 Uruguay
13/11/14 Uruguay 3 - 3 Kosta Rika
Head To Head:
* 15/10/13 Uruguay 3 - 2 Argentina
* 12/10/12 Argentina 3 - 0 Uruguay
* 16/7/12 Argentina 1 - 1 Uruguay
* 14/10/09 Uruguay 0 - 1 Argentina
* 11/10/08 Argentina 2 - 1 Uruguay
Prediksi hasil laga (Goal.com):
* Argentina 2 - 1 Uruguay (19 persen)
* Argentina 3 - 1 Uruguay (11 persen)
* Argentina 2 - 0 Uruguay (9 persen)
Prediksi laga:
*
Argentina bakal berjuang sekuat tenaga mengalahkan Uruguay mengingat
hasil yang kurang memuaskan ketika menghadapi Paraguay. Albiceleste
didorong oleh keinginan besar keluar sebagai juara Grup B.
*
Celeste telah lebih dulu menang 1-0 atas Jamaika. Hasil positif ini
terus dieksplorasi agar penampilan mereka mampu moncer menghadapi
Argentina. Uruguay bakal tampil lebih percaya diri.
* Argentina
di bawa tekanan karena harus meraih kemenangan melawan Uruguay. Bukan
tidak mungkin hal ini membebani penampilan Messi dan kawan-kawan.
Prediksi hasil laga menurut editor Antaranews.com:
* Argentina: 2
* Uruguay: 1
Prediksi Argentina VS Uruguay
Selasa, 16 Juni 2015 16:20 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sepakbola
Lihat Juga
Ronaldo targetkan 1.000 gol dan gelar UEFA Nations League bersama Portugal
24 September 2026 7:44 WIB