Menteri Pertanian: Sawit Harus Didukung Karena Strategis
Jumat, 27 November 2015 17:30 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (ANTARA FOTO/Andika Wahyu) (Istimewa)
Nusa Dua (Antara Kalteng) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan industri sawit harus didukung karena merupakan komoditas strategis yang menyumbang besar untuk devisa.
"Sawit ini komoditas strategis jadi harus didukung. Sawit telah menyumbang devisa sebesar Rp250 triliun 2014," ujar dia dalam "Indonesian Palm Oil Conference (IPOC)" ke-11 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.
Meski merupakan produsen dan pemasok kebutuhan minyak terbesar dunia, ia menyoroti ketidakmampuan Indonesia dalam mengendalikan harga CPO.
Untuk itu, ujar Amran, Indonesia harus memperjuangkan agar berhasil menjadi pengendali harga CPO dunia, sehingga keuntungan yang diraih bisa lebih besar.
"Maka Indonesia sebagai pengekspor CPO utama dunia semestinya bisa mengatur harga sawit. Seperti halnya pengekspor gandum yang bisa mengatur harganya kepada importir, termasuk Indonesia," tutur dia.
Ia juga mengajak semua industri sawit dari Indonesia dan Malaysia bekerja sama, apalagi setelah membentuk Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC), untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Amran menuturkan kelapa sawit memiliki peranan penting untuk kesejahteraan masyarakat petani sebanyak 20 juta orang yang mengelola lahan empat juta hektare.
"Mohon maaf, bukan berarti kami tidak peduli dengan lingkungan. Orangutan saja kita jaga dan mendapatkan perhatian dunia, apalagi petani dan masyarakat sekitar. Cara pandangnya harus kesejahteraan manusia, bukan hanya lingkungan, karena ada saudara-saura yang diprioritaskan," kata dia.
Indonesia dan Malaysia, ujar dia, juga harus bekerja sama dalam pemenuhan kebutuhan pasar global serta berjuang dalam mengendalikan harga.
Sementara itu, ia memperkirakan produksi CPO pada 2015 sebesar 30 juta ton CPO. Sedangkan untuk serapan biodiesel domestik pada 2016 diperkirakan sebesar 6,8 juta ton untuk program mandatori B15.
Selanjutnya, untuk program B20 dapat menyerap CPO sebesar 13 juta ton.
"Sekarang B15 realisasinya sudah satu juta ton. Ini akan dipercepat. Kalau bisa tujuh juta di 2016. Kita harus bangkit," tutur dia.
"Sawit ini komoditas strategis jadi harus didukung. Sawit telah menyumbang devisa sebesar Rp250 triliun 2014," ujar dia dalam "Indonesian Palm Oil Conference (IPOC)" ke-11 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.
Meski merupakan produsen dan pemasok kebutuhan minyak terbesar dunia, ia menyoroti ketidakmampuan Indonesia dalam mengendalikan harga CPO.
Untuk itu, ujar Amran, Indonesia harus memperjuangkan agar berhasil menjadi pengendali harga CPO dunia, sehingga keuntungan yang diraih bisa lebih besar.
"Maka Indonesia sebagai pengekspor CPO utama dunia semestinya bisa mengatur harga sawit. Seperti halnya pengekspor gandum yang bisa mengatur harganya kepada importir, termasuk Indonesia," tutur dia.
Ia juga mengajak semua industri sawit dari Indonesia dan Malaysia bekerja sama, apalagi setelah membentuk Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC), untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Amran menuturkan kelapa sawit memiliki peranan penting untuk kesejahteraan masyarakat petani sebanyak 20 juta orang yang mengelola lahan empat juta hektare.
"Mohon maaf, bukan berarti kami tidak peduli dengan lingkungan. Orangutan saja kita jaga dan mendapatkan perhatian dunia, apalagi petani dan masyarakat sekitar. Cara pandangnya harus kesejahteraan manusia, bukan hanya lingkungan, karena ada saudara-saura yang diprioritaskan," kata dia.
Indonesia dan Malaysia, ujar dia, juga harus bekerja sama dalam pemenuhan kebutuhan pasar global serta berjuang dalam mengendalikan harga.
Sementara itu, ia memperkirakan produksi CPO pada 2015 sebesar 30 juta ton CPO. Sedangkan untuk serapan biodiesel domestik pada 2016 diperkirakan sebesar 6,8 juta ton untuk program mandatori B15.
Selanjutnya, untuk program B20 dapat menyerap CPO sebesar 13 juta ton.
"Sekarang B15 realisasinya sudah satu juta ton. Ini akan dipercepat. Kalau bisa tujuh juta di 2016. Kita harus bangkit," tutur dia.
Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolri dan Mentan panen raya jagung di Bone, dukung ketahanan pangan nasional
16 May 2025 17:06 WIB
Wakil Bupati Mura minta ke Mentan bisa berpartisipasi di program cetak sawah
20 March 2025 10:05 WIB
Mentan apresiasi Kejati Kalteng bentuk Posko P3H Swasembada Pangan di Kapuas
19 March 2025 21:58 WIB
Lindungi para peternak, Mentan hentikan sementara impor daging domba
02 December 2024 21:38 WIB, 2024
Terpopuler - Perkebunan
Lihat Juga
TAPG perkuat pemberdayaan petani sawit lewat skema plasma satu atap di Sukamara
12 December 2025 6:41 WIB
China perkuat produksi "lumbung biji-bijian" dengan mesin tani modern di Heilongjiang
26 September 2025 14:01 WIB