Penerjemah: Nanien Yuniar
Ilmuwan : Begini Teknik Terbaik untuk Memasak Pasta
Jumat, 24 Maret 2017 17:26 WIB
ilustrasi (Pixabay)
Jakarta (Antara Kalteng) - Semua orang tahu cara memasak pasta, cukup rebus dalam air mendidih kan? Salah.
Ilmuwan mengungkapkan teknik terbaik untuk memasak pasta.
Menurut peneliti The American Chemical Society, kita semua telah membuat kesalahan sederhana dalam memasak pasta.
Dalam video Youtube, konsultan ilmiah Kyle Nackers mengatakan untuk membuat pasta sempurna, selalu tambahkan garam ke dalam air, tapi jangan masukkan minyak zaitun.
Sebab, pasta terbuat hanya dari tiga bahan baku: telur, air dan tepung, serta dua komponen kimia utama: pati dan protein.
“Proses memasak pasta adalah tentang memanipulasi interaksi protein dan pati agar menghasilkan pasta al dente sempurna,†imbuh dia.
Sementara banyak koki mengklaim bahwa menambahkan minyak ke air akan mencegah pasta lengket, Nackers mengatakan metode itu hampir tidak berpengaruh.
“Kebanyakan minyak yang dimasukkan dalam panci akan terbuang saat Anda menyaring pasta,†katanya seperti dilansir Independent.
“Jika ada yang tersisa, tidak ada banyak pengaruhnya pada lengketnya pasta.â€
Sebaliknya, ia merekomendasikan untuk menjaga agar pasta terus berada di dalam air mendidih dan sesekali mengaduknya agar tidak menempel satu sama lain.
Satu hal yang penting lagi adalah garam.
“Garam adalah penambah rasa utama dan jika Anda mau masuk kompetisi masak tanpa garam, Anda tak akan bertahan.â€
Dia juga merekomendasikan untuk menambah sejumput air garam setelah memasak ke saus pasta untuk menambah tekstur dan rasanya.
Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ternyata cara gunakan pasta gigi sensitif berbeda dengan pasta gigi biasa
27 November 2018 13:51 WIB, 2018
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
60 Seconds to Seoul: Jajanan Korea hadir di Archipelago-NEO Palma Palangka Raya
06 January 2026 7:11 WIB
Fresh Beginning on Every Plate, sensasi awal baru di Swiss-Cafe Restaurant
05 January 2026 16:54 WIB
Menteri Kebudayaan: Tempe senjata gastrodiplomasi promosi budaya Indonesia
22 December 2025 13:52 WIB