Premier film Liam Neeson "Cold Pursuit" dibatalkan
Rabu, 6 Februari 2019 15:41 WIB
Liam Neeson (Reuters)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Peluncuran perdana film "Cold Pursuit" di New York dibatalkan di tengah masalah rasisme yang menimpa sang aktor utama Liam Neeson terkait komentarnya tentang keinginan dirinya untuk melakukan pembunuhan bermotif rasial di masa lalu.
Kontroversi itu terjadi setelah Liam mengatakan jika ia pernah berjalan sambil membawa senjata setelah teman dekatnya diperkosa oleh seorang pria kulit hitam.
"Saya bolak-balik area tersebut dengan sebuah tongkat pendek, berharap ada seseorang yang mendekati. Saya malu mengatakan itu dan saya mungkin melakukannya selama seminggu, berharap ada beberapa bajingan hitam keluar dari pub dan coba menanyakan sesuatu padaku, kau tahu? Jadi saya bisa membunuhnya," ujar Liam dilansir NME, Rabu.
"Cold Pursuit" di mana Liam berperan sebagai petugas pembersih salju dijadwalkan tayang pada 5 Februari. Namun acara karpet merahnya dibatalkan beberapa jam sebelum acara dimulai. Meski demikian, film itu akan tetap diputar sesuai jadwal.
Aktor yang dinominasikan untuk Oscar itu menanggapi kotroversi seputar komentarnya dalam acara Good Morning America. Dia mengatakan jika saat itu telah mencari bantuan dari seorang pendeta.
"Karena teman saya diperkosa secara brutal dan saya pikir saya membela kehormatannya dan saya akui itu. Itu adalah sebuah bentuk pembelajaran," kata Liam.
"Kita semua berpura-pura benar secara politis. Di negara ini - itu sama di negara saya juga - Anda kadang-kadang hanya menggali permukaannya saja dan Anda menemukan rasisme dan kefanatikan ini dan itu ada di sana," lanjutnya.
Liam Neeson juga telah dijadwalkan untuk memberikan penghargaan pada Oscar tahun ini pada 24 Februari. Namun belum jelas apakah kontroversi ini akan memengaruhi penampilannya di ajang bergengsi tersebut.
Kontroversi itu terjadi setelah Liam mengatakan jika ia pernah berjalan sambil membawa senjata setelah teman dekatnya diperkosa oleh seorang pria kulit hitam.
"Saya bolak-balik area tersebut dengan sebuah tongkat pendek, berharap ada seseorang yang mendekati. Saya malu mengatakan itu dan saya mungkin melakukannya selama seminggu, berharap ada beberapa bajingan hitam keluar dari pub dan coba menanyakan sesuatu padaku, kau tahu? Jadi saya bisa membunuhnya," ujar Liam dilansir NME, Rabu.
"Cold Pursuit" di mana Liam berperan sebagai petugas pembersih salju dijadwalkan tayang pada 5 Februari. Namun acara karpet merahnya dibatalkan beberapa jam sebelum acara dimulai. Meski demikian, film itu akan tetap diputar sesuai jadwal.
Aktor yang dinominasikan untuk Oscar itu menanggapi kotroversi seputar komentarnya dalam acara Good Morning America. Dia mengatakan jika saat itu telah mencari bantuan dari seorang pendeta.
"Karena teman saya diperkosa secara brutal dan saya pikir saya membela kehormatannya dan saya akui itu. Itu adalah sebuah bentuk pembelajaran," kata Liam.
"Kita semua berpura-pura benar secara politis. Di negara ini - itu sama di negara saya juga - Anda kadang-kadang hanya menggali permukaannya saja dan Anda menemukan rasisme dan kefanatikan ini dan itu ada di sana," lanjutnya.
Liam Neeson juga telah dijadwalkan untuk memberikan penghargaan pada Oscar tahun ini pada 24 Februari. Namun belum jelas apakah kontroversi ini akan memengaruhi penampilannya di ajang bergengsi tersebut.
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Taylor Swift dukung mendiang Liam Payne dari 2017, dan suratnya akan dilelang
17 November 2025 18:37 WIB
Jaksa sebut Liam Payne mungkin tak sadarkan diri saat jatuh dari balkon
18 October 2024 15:49 WIB, 2024
Miley Cyrus akan luncurkan lagu baru di hari ulang tahun mantan suami
04 January 2023 13:07 WIB, 2023