Presiden Microsoft gelar pertemuan dengan Paus Fransiskus
Jumat, 15 Februari 2019 11:45 WIB
Paus Fransiskus tersenyum selama pertemuan dengan Scholas Occurrentes, organisasi pendidikan yang didirikan oleh Paus, di Vatikan, Rabu (3/2). (REUTERS/Alessandro Bianch ) (istimewa)
Vatican City, (Antaranews Kalteng) - Presiden Microsft Brad Smith menggelar pertemuan dengan Paus Fransiskus, Rabu, untuk membahas etika penggunaan kecerdasan buatan, kata Vatikan.
Kedua tokoh tersebut juga akan membahas cara untuk menjembatani kesenjangan digital antara negara-negara kaya dan miskin, sebagaimana diberitakan Reuters.
Direktur perusahaan teknologi ternama dan pemimpin Katolik Roma berusia 81 tahun tersebut menggelar pembicaraan selama sekitar 30 menit di kediaman Sri Paus.
Paus Fransiskus sebelumnya pernah melontarkan pernyataan bahwa dia adalah orang yang "gaptek" (gagap teknologi).
Keduanya membahas "kecerdasan buatan untuk tujuan kebaikan bersama serta berbagai aktivitas yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital yang masih terjadi di tingkat global," kata pernyataan Vatikan.
Smith (60) dalam wawancara dengan harian Vatikan L`Osservatore Romano mengatakan bahwa "etika kuat dan peraturan baru yang berkembang" dibutuhkan agar kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan tidak jatuh ke tangan yang jahat.
Vatikan mengatakan bahwa Akademi Kepausan untuk Pendidikan akan bergabung bersama Microsoft untuk menjadi sponsor hadiah desertasi doktor terbaik 2019 mengenai tema "Kecerdasan buatan untuk melayani kehidupan manusia."
Akademi Kepausan untuk Pendidikan adalah lembaga pedidikan yang berfokus pada etika kehidupan yang dianut Gereja Katolik.
Penyunting: I Wayan Yoga
Kedua tokoh tersebut juga akan membahas cara untuk menjembatani kesenjangan digital antara negara-negara kaya dan miskin, sebagaimana diberitakan Reuters.
Direktur perusahaan teknologi ternama dan pemimpin Katolik Roma berusia 81 tahun tersebut menggelar pembicaraan selama sekitar 30 menit di kediaman Sri Paus.
Paus Fransiskus sebelumnya pernah melontarkan pernyataan bahwa dia adalah orang yang "gaptek" (gagap teknologi).
Keduanya membahas "kecerdasan buatan untuk tujuan kebaikan bersama serta berbagai aktivitas yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital yang masih terjadi di tingkat global," kata pernyataan Vatikan.
Smith (60) dalam wawancara dengan harian Vatikan L`Osservatore Romano mengatakan bahwa "etika kuat dan peraturan baru yang berkembang" dibutuhkan agar kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan tidak jatuh ke tangan yang jahat.
Vatikan mengatakan bahwa Akademi Kepausan untuk Pendidikan akan bergabung bersama Microsoft untuk menjadi sponsor hadiah desertasi doktor terbaik 2019 mengenai tema "Kecerdasan buatan untuk melayani kehidupan manusia."
Akademi Kepausan untuk Pendidikan adalah lembaga pedidikan yang berfokus pada etika kehidupan yang dianut Gereja Katolik.
Penyunting: I Wayan Yoga
Pewarta : Antara
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Paus Fransiskus desak para pemimpin dunia batalkan utang negara miskin
02 January 2025 12:55 WIB, 2025
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Komdigi luncurkan program penguatan kompetensi keamanan siber bagi generasi muda
01 February 2026 15:04 WIB
Google hentikan fitur pemutaran latar belakang YouTube untuk pengguna gratis
01 February 2026 13:43 WIB