Nelayan ditemukan tewas, diduga dimangsa buaya hingga tersisa bagian dada hingga kepala
Senin, 9 Desember 2019 20:32 WIB
Nelayan kepiting bernama Sidik ditemukan tewas diduga dimangsa buaya di Sungai Bangke Taman Nasional Sembilang Desa Sungsang 4, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Senin (9/12/19). (ANTARA/Aziz Munajar)
Palembang (ANTARA) - Seorang nelayan pencari kepiting ditemukan dalam kondisi tidak utuh dengan dugaan dimangsa buaya di Sungai Bangke Taman Nasional Sembilang Desa Sungsang 4, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Camat Banyuasin II, Salinan, Senin, mengatakan, dari hasil identifikasi mayat tersebut diketahui bernama Sidik yang tinggal di Desa Pagar Bulan, Kecamatan Rantau Bayur, ia berada di Desa Sungsang untuk mencari kepiting bersama kelompoknya.
"Tapi kami belum tahu apa penyebab kematiannya karena masih dicek petugas," ujar Salinan.
Sebelum ditemukan meninggal, Sidik dan rekan-rekannya diketahui mencari kepiting di Sungai Sembilang pada Sabtu (7/12), keesokan hari rekanya pulang ke pemondokan kecuali Sidik.
Lalu pada Senin pagi rekan-rekannya menyusul ke lokasi Sidik, namun perahunya sudah kosong dan ia ditemukan meninggal dalam kondisi hanya tersisa badan bagian dada hingga kepala, korban segera dibawa pulang serta dikebumikan.
Sementara Kepala Seksi Wilayah II Taman Nasional Sembilang, Affan, mengatakan, perlu pemeriksaan lebih dalam untuk memastikan korban dimangsa buaya, meskipun dari tanda-tandanya kemungkinan memang korban dimangsa binatang buas.
"Harus diperiksa lagi, nanti akan kami identifikasi, apakah dia diserang, apakah dia mungkin tertidur atau terjatuh lalu dimangsa, atau ada sebab lain," kata Affan.
Tetapi, menurutnya, korban memang ditemukan di dalam sungai, sungai itu sendiri masih termasuk wilayah Taman Nasional Sembilang yang menjadi habitat buaya muara, sementara waktu pihaknya mengimbau kelompok-kelompok nelayan agar lebih berhati-hati saat mencari kepiting.
Camat Banyuasin II, Salinan, Senin, mengatakan, dari hasil identifikasi mayat tersebut diketahui bernama Sidik yang tinggal di Desa Pagar Bulan, Kecamatan Rantau Bayur, ia berada di Desa Sungsang untuk mencari kepiting bersama kelompoknya.
"Tapi kami belum tahu apa penyebab kematiannya karena masih dicek petugas," ujar Salinan.
Sebelum ditemukan meninggal, Sidik dan rekan-rekannya diketahui mencari kepiting di Sungai Sembilang pada Sabtu (7/12), keesokan hari rekanya pulang ke pemondokan kecuali Sidik.
Lalu pada Senin pagi rekan-rekannya menyusul ke lokasi Sidik, namun perahunya sudah kosong dan ia ditemukan meninggal dalam kondisi hanya tersisa badan bagian dada hingga kepala, korban segera dibawa pulang serta dikebumikan.
Sementara Kepala Seksi Wilayah II Taman Nasional Sembilang, Affan, mengatakan, perlu pemeriksaan lebih dalam untuk memastikan korban dimangsa buaya, meskipun dari tanda-tandanya kemungkinan memang korban dimangsa binatang buas.
"Harus diperiksa lagi, nanti akan kami identifikasi, apakah dia diserang, apakah dia mungkin tertidur atau terjatuh lalu dimangsa, atau ada sebab lain," kata Affan.
Tetapi, menurutnya, korban memang ditemukan di dalam sungai, sungai itu sendiri masih termasuk wilayah Taman Nasional Sembilang yang menjadi habitat buaya muara, sementara waktu pihaknya mengimbau kelompok-kelompok nelayan agar lebih berhati-hati saat mencari kepiting.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inflamasi merupakan kondisi paling umum yang ditemukan pada kasus cedera olahraga
17 April 2026 11:52 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB