Tito Karnavian minta seluruh pemda tangguh dampak COVID-19
Kamis, 27 Februari 2020 14:24 WIB
Mendagri Tito Karnavian (Puspen Kemendagri)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah tangguh menghadapi dampak COVID-19 atau virus Corona.
Tito Karnavian dalam keterangan persnya, Bali, Kamis, mengatakan ketangguhan itu perlu ditunjukkan dalam mengatasi dampak pada pertumbuhan ekonomi.
“Perintah Bapak Presiden, kita harus melaksanakan sejumlah langkah untuk menghadapi tekanan ekonomi selain akibat perang dagang antara AS versus China, dan Brexit di Inggris, juga dampak COVID-19 atau virus Corona,” kata Mendagri.
Salah satu sektor yang terkena dampak dari penyebaran virus Corona yang berasal dari China itu adalah sektor pariwisata. Pasalnya, menurut dia, wisatawan negara tersebut menjadi pasar wisata Indonesia.
"Dampaknya otomatis di wisata, karena Tiongkok itu sekarang 'middle classnya' meningkat, turisnya termasuk terbesar ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia, otomatis wisata akan terdampak, ini yang paling utama," kata Tito.
Kemudian, China juga menjadi rekan nomor satu di bidang impor, berbagai jenis barang, mulai teknologi, manufaktur, makanan, dan bahan-bahan yang menjadi manufaktur kita di sini.
"Tiongkok juga mitra nomor 1 untuk ekspor karena pasarnya sangat besar. Dengan adanya wabah ini, berpengaruh cukup signifikan dan membuat perlambatan ekonomi,” ucapnya.
Dengan adanya isolasi di beberapa kota di China, menurut Tito, meruntuhkan secara perlahan pertumbuhan yang telah dibangun di wilayah itu. Akibatnya sedikit banyaknya tentu akan membuat perlambatan ekonomi di Indonesia.
“Dengan adanya 'lock down' di Tiongkok, kota-kota diisolasi, ini menimbulkan efek psikologis masyarakat di sana, mesin produksi menjadi lamban, pabrik dan kantor tutup. Pengaruhnya besar sekali, 1 persen penurunan ekonomi Tiongkok berdampak sekitar 0,06 pelambatan di kita, ini harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan arahan Presiden Jokowi dalam menangani dampak wabah tersebut, di antaranya pemda diminta segera membelanjakan transfer dana dari pusat untuk belanja modal dan barang, sesuai aturan.
“Sesuai aturan yang berlaku, asal jangan menabrak dan melanggar aturan. Belanjakan supaya uang beredar di masyarakat, agar ada daya tahan ekonomi masyarakat di daerah masing-masing,” kata Mendagri.
Kemudian, seluruh kementerian dan lembaga diminta untuk membelanjakan uangnya dengan segera, serta memonitoring penggunaan belanja di daerah.
“Semua kementerian dan lembaga harus membelanjakan uangnya segera, dan akan dimonitor Menkeu, khusus di daerah saya dan Menkeu akan memonitor dan mengevaluasi realisasi anggaran semua daerah, nanti akan kelihatan mana yang realisasinya tinggi dan rendah,” ujarnya.
Tito Karnavian dalam keterangan persnya, Bali, Kamis, mengatakan ketangguhan itu perlu ditunjukkan dalam mengatasi dampak pada pertumbuhan ekonomi.
“Perintah Bapak Presiden, kita harus melaksanakan sejumlah langkah untuk menghadapi tekanan ekonomi selain akibat perang dagang antara AS versus China, dan Brexit di Inggris, juga dampak COVID-19 atau virus Corona,” kata Mendagri.
Salah satu sektor yang terkena dampak dari penyebaran virus Corona yang berasal dari China itu adalah sektor pariwisata. Pasalnya, menurut dia, wisatawan negara tersebut menjadi pasar wisata Indonesia.
"Dampaknya otomatis di wisata, karena Tiongkok itu sekarang 'middle classnya' meningkat, turisnya termasuk terbesar ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia, otomatis wisata akan terdampak, ini yang paling utama," kata Tito.
Kemudian, China juga menjadi rekan nomor satu di bidang impor, berbagai jenis barang, mulai teknologi, manufaktur, makanan, dan bahan-bahan yang menjadi manufaktur kita di sini.
"Tiongkok juga mitra nomor 1 untuk ekspor karena pasarnya sangat besar. Dengan adanya wabah ini, berpengaruh cukup signifikan dan membuat perlambatan ekonomi,” ucapnya.
Dengan adanya isolasi di beberapa kota di China, menurut Tito, meruntuhkan secara perlahan pertumbuhan yang telah dibangun di wilayah itu. Akibatnya sedikit banyaknya tentu akan membuat perlambatan ekonomi di Indonesia.
“Dengan adanya 'lock down' di Tiongkok, kota-kota diisolasi, ini menimbulkan efek psikologis masyarakat di sana, mesin produksi menjadi lamban, pabrik dan kantor tutup. Pengaruhnya besar sekali, 1 persen penurunan ekonomi Tiongkok berdampak sekitar 0,06 pelambatan di kita, ini harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan arahan Presiden Jokowi dalam menangani dampak wabah tersebut, di antaranya pemda diminta segera membelanjakan transfer dana dari pusat untuk belanja modal dan barang, sesuai aturan.
“Sesuai aturan yang berlaku, asal jangan menabrak dan melanggar aturan. Belanjakan supaya uang beredar di masyarakat, agar ada daya tahan ekonomi masyarakat di daerah masing-masing,” kata Mendagri.
Kemudian, seluruh kementerian dan lembaga diminta untuk membelanjakan uangnya dengan segera, serta memonitoring penggunaan belanja di daerah.
“Semua kementerian dan lembaga harus membelanjakan uangnya segera, dan akan dimonitor Menkeu, khusus di daerah saya dan Menkeu akan memonitor dan mengevaluasi realisasi anggaran semua daerah, nanti akan kelihatan mana yang realisasinya tinggi dan rendah,” ujarnya.
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadapi lonjakan mobilitas Nataru, Mendagri--Menhub bahas penguatan pengendalian inflasi
22 November 2025 19:25 WIB
Harga pangan diproyeksi stabil, Pemkab Murung Raya siap jalankan arahan pengendalian inflasi
13 October 2025 12:16 WIB
Mendagri serahkan Penghargaan PDA Inovasi Daerah Bidang Pendidikan kepada Gubernur Kalteng
29 August 2025 5:26 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB