Jakarta (ANTARA) - Kegiatan sehari-hari yang banyak memerlukan pertemuan langsung harus dikurangi sejak pemerintah menyarankan untuk berkegiatan di dalam rumah untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Teknologi banyak berperan untuk membantu menggantikan beberapa kegiatan yang memerlukan pertemuan fisik, mulai dari bekerja sampai belajar di sekolah.

1. Zoom
Aplikasi ini mendadak sangat populer di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk menggantikan pertemuan fisik, baik untuk keperluan bekerja maupun komunikasi santai dengan keluarga dan teman, yang untuk sementara waktu tidak bisa ditemui langsung.

Zoom menyediakan konferensi video yang mendukung ratusan partisipan dalam satu waktu, menjadi aplikasi favorit untuk rapat kantor dari jarak jauh sampai kegiatan belajar-mengajar. Aplikasi ini menawarkan 40 menit panggilan video jika menggunakan akun secara gratis.Ilustrasi: Tik Tok (ANTARA News/Tik Tok)

2. TikTok
Platform media sosial berupa streaming video ini sebenarnya sudah populer sebelum imbauan berkegiatan #dirumahaja. Selama berada di dalam rumah, warganet mencari hiburan dan kegiatan lewat platform TikTok, misalnya mengikuti aktivitas "video challenge".

TikTok sudah mengantongi lebih dari 100 juta unduhan hanya dari Google Play Store. Aplikasi ini juga masuk ke Top Charts Apps di Play Store. Figur 3-D terlihat di depan logo Tik Tok yang ditampilkan dalam ilustrasi gambar ini yang diambil 7 November 2019. REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi / File Foto (reuters.com)

3. Google Classroom
Platform Google Classroom banyak digunakan untuk menggantikan pertemuan di kelas fisik selama kegiatan belajar dan mengajar. Platform ini bisa digunakan baik untuk guru maupun murid untuk belajar di kelas virtual.

Lewat Google Classroom, guru bisa memberikan penugasan secara daring kepada murid dan memberikan nilai. Sementara bagi murid, mereka bisa mendapatkan materi belajar dan mengumpulkan tugas di platform ini.
  Guru membuat tugas dan berinteraksi dengan siswa lewat Google Classroom di SMP Lazuardi Kamila Global Compassianote School (SCS), Solo, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2020). Sekolah setempat menerapkan pembelajaran secara daring menyusul aturan Pemerintah Kota Solo yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Corona dengan meliburkan sekolah selama 14 hari setelah adanya satu pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia dan satu dirawat di ruang isolasi RSUD Moewardi, Solo. ANTARA FOTO/Maulana Surya/ama.
4. WhatsApp
WhatsApp menjadi aplikasi berkirim pesan yang paling populer di Indonesia saat ini, anak sekolah hingga orang tua menggunakan platform ini untuk berkirim kabar, terutama saat tidak bisa keluar rumah seperti saat ini.

WhatsApp bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain Kementerian Komunikasi dan Informatika serta organisasi kesehatan dunia WHO untuk memberikan informasi yang valid tentang COVID-19. Hati-hati kejahatan scam WhatsApp meningkat selama pandemik corona

5. Garena Free Fire: Kalahari
Game online Free Fire juga menjadi salah satu aplikasi favorit untuk mengisi waktu selama #dirumahaja, salah satunya karena bisa dimainkan lewat ponsel.

Game ini menjadi salah satu aplikasi game di kategori Top Grossing di Google Play Sotre, dengan jumlah unduhan di atas 500 juta. Karakter Jota di game Free Fire, terinspirasi dari aktor Indonesia Joe Taslim. (ANTARA/HO Garena)
 

Pewarta : Natisha Andarningtyas
Uploader : Ronny
Copyright © ANTARA 2024