DJP dan Peruri diminta pastikan keamanan data pengguna e-materai
Jumat, 1 Oktober 2021 23:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. ANTARA/HO-Kemenkeu/pri.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Direktorat Jenderal Pajak dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) memastikan data pengguna e-materai atau materai elektronik aman.
“Data-data ini adalah data yang merupakan amanah yang harus dijaga dari sisi keamanan dan confidelity-nya sehingga jangan sampai dengan kita berhijrah ke elektronik, data mudah sekali bocor atau diambil oleh pihak-pihak yang tidak seharusnya,” pesan Menkeu dalam Peluncuran Materai Elektronik di Jakarta, Jumat.
Saat ini, DJP juga sedang melakukan transformasi di bidang informasi dan teknologi sehingga Menkeu menekankan pentingnya keamanan data.
Baca juga: Sri Mulyani resmi luncurkan meterai elektronik
“Jadi tidak hanya keamanan transaksinya tapi juga keamanan data menjadi penting,” kata Menkeu.
Apalagi, data-data di bidang pajak bernilai sangat tinggi. Data-data perpajakan merupakan hak propertis negara yang mesti dijaga sepenuhnya.
Menurut Menkeu, data-data pajak tersebut nantinya dapat digunakan untuk melihat perkembangan perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik, sejahtera, dan merata.
Baca juga: Sri Mulyani: Utang bukan sesuatu yang harus dimusuhi
“Dari sebuah langkah simbolik hari ini dimensinya dalam, kaya, dan luas. Tadi telah saya jelaskan yang harus menjadi perhatian terutama oleh DJP dan Perum Peruri yang ditunjuk menjadi produsen e-materai,” ucapnya.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan meluncurkan materai elektronik yang diproduksi oleh Perum Peruri. Pembubuhan materai elektronik untuk dokumen elektronik dapat dilakukan dengan melalui portal e-materai dalam server milik DJP.
Baca juga: Anggaran tambahan Rp1,4 triliun untuk PON Papua sudah disahkan Menkeu
Baca juga: Satgas BLBI identifikasi aset milik obligor dalam bentuk tanah seluas 15,2 juta hektare
“Data-data ini adalah data yang merupakan amanah yang harus dijaga dari sisi keamanan dan confidelity-nya sehingga jangan sampai dengan kita berhijrah ke elektronik, data mudah sekali bocor atau diambil oleh pihak-pihak yang tidak seharusnya,” pesan Menkeu dalam Peluncuran Materai Elektronik di Jakarta, Jumat.
Saat ini, DJP juga sedang melakukan transformasi di bidang informasi dan teknologi sehingga Menkeu menekankan pentingnya keamanan data.
Baca juga: Sri Mulyani resmi luncurkan meterai elektronik
“Jadi tidak hanya keamanan transaksinya tapi juga keamanan data menjadi penting,” kata Menkeu.
Apalagi, data-data di bidang pajak bernilai sangat tinggi. Data-data perpajakan merupakan hak propertis negara yang mesti dijaga sepenuhnya.
Menurut Menkeu, data-data pajak tersebut nantinya dapat digunakan untuk melihat perkembangan perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik, sejahtera, dan merata.
Baca juga: Sri Mulyani: Utang bukan sesuatu yang harus dimusuhi
“Dari sebuah langkah simbolik hari ini dimensinya dalam, kaya, dan luas. Tadi telah saya jelaskan yang harus menjadi perhatian terutama oleh DJP dan Perum Peruri yang ditunjuk menjadi produsen e-materai,” ucapnya.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan meluncurkan materai elektronik yang diproduksi oleh Perum Peruri. Pembubuhan materai elektronik untuk dokumen elektronik dapat dilakukan dengan melalui portal e-materai dalam server milik DJP.
Baca juga: Anggaran tambahan Rp1,4 triliun untuk PON Papua sudah disahkan Menkeu
Baca juga: Satgas BLBI identifikasi aset milik obligor dalam bentuk tanah seluas 15,2 juta hektare
Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Putra Kalteng Mukhtarudin dilantik Prabowo Jadi Menteri P2MI/Kepala BP2MI
08 September 2025 16:48 WIB
Menkeu Sri Mulyani laporkan realisasi penyaluran Dana Desa capai Rp40,34 triliun
28 July 2025 17:38 WIB
Kemenkeu ajukan tambahan anggaran Rp4,88 triliun, total usulan Rp52,02 triliun untuk 2026
14 July 2025 20:52 WIB
Menteri Sri Mulyani jamin APBN tetap dalam kendali meski defisit Rp104 Triliun
10 April 2025 18:11 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pertamina 'extra dropping' LPG 3 kg jelang Ramadhan dan Nyepi untuk Kalimantan
15 February 2026 6:39 WIB
Rosan Roeslani--Purbaya diminta Prabowo rutin roadshow ke "stakeholders" global
14 February 2026 17:24 WIB