Polda targetkan vaksinasi anak usia 6-11 tahun
Selasa, 23 November 2021 19:36 WIB
Seorang anak sedang suntik vaksin oleh petugas kesehatan di Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (26/10/2021). ANTARA/HO-KemenPPPA. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021)
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menargetkan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun untuk mendukung kekebalan kelompok di Jakarta sambil menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat.
"Ada dua target berikutnya, pertama vaksinasi lansia dan anak di bawah 12 tahun,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo, dalam tayangan langsung akun Instagram @antaranewscom di Jakarta, Selasa.
Polda Metro Jaya sudah siap mendukung vaksinasi baik bagi lansia maupun anak usia 6-11 tahun, dengan mengaplikasikan model vaksinasi merdeka atau program vaksinasi dengan basis relawan yang diinisiasi kepolisian.
“Vaksinasi merdeka ini sudah sangat berhasil, bahkan kemudian ini digelorakan menjadi model yang sama untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia,” katanya.
Polda Metro Jaya, kata dia, membuat ruang lebih luas untuk mempercepat vaksinasi masyarakat, mulai vaksinasi langsung “jemput bola” sampai memperluas waktu vaksinasi hingga malam hari, bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.
Polda Metro Jaya juga menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, di antaranya menyangkut merek vaksin hingga teknis pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun. “Vaksinasi 'door to door' dan vaksinasi malam hari, kami buat ruang seluas-luasnya,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperkirakan, sasaran vaksinasi anak berusia 6-11 tahun di ibu kota mencapai sekitar 900 ribu orang setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin vaksinasi bagi anak dalam rentang usia tersebut.
"Kami bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan menyandingkan data sasaran untuk mengetahui pasti jumlah anak yang perlu divaksin," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, di Jakarta, Rabu (3/11).
Selain menyandingkan data anak berusia 6-11 tahun bersama instansi terkait, pihaknya juga sedang menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan.
Petunjuk teknis tersebut juga menyangkut pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti vaksinasi seperti mekanisme yang dilakukan untuk vaksinasi usia dewasa, ibu hamil, dan orang lanjut usia.
"Kami menunggu regulasi Kemenkes, kapan boleh diberikan, karena teknis belum keluar dari Kemenkes tentang dimana dilakukan, apakah berbasis sekolah atau yang lain," ucap PNS yang akrab disapa Lies itu.
Mengingat rentang usia tersebut sudah menginjak bangku sekolah, ia mengharapkan vaksinasi bisa dilakukan juga melalui lingkungan sekolah karena pengalaman sebelumnya untuk rentang usia 12-17 tahun salah satunya dilakukan di sekolah.
"Ada dua target berikutnya, pertama vaksinasi lansia dan anak di bawah 12 tahun,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo, dalam tayangan langsung akun Instagram @antaranewscom di Jakarta, Selasa.
Polda Metro Jaya sudah siap mendukung vaksinasi baik bagi lansia maupun anak usia 6-11 tahun, dengan mengaplikasikan model vaksinasi merdeka atau program vaksinasi dengan basis relawan yang diinisiasi kepolisian.
“Vaksinasi merdeka ini sudah sangat berhasil, bahkan kemudian ini digelorakan menjadi model yang sama untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia,” katanya.
Polda Metro Jaya, kata dia, membuat ruang lebih luas untuk mempercepat vaksinasi masyarakat, mulai vaksinasi langsung “jemput bola” sampai memperluas waktu vaksinasi hingga malam hari, bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.
Polda Metro Jaya juga menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, di antaranya menyangkut merek vaksin hingga teknis pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun. “Vaksinasi 'door to door' dan vaksinasi malam hari, kami buat ruang seluas-luasnya,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperkirakan, sasaran vaksinasi anak berusia 6-11 tahun di ibu kota mencapai sekitar 900 ribu orang setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin vaksinasi bagi anak dalam rentang usia tersebut.
"Kami bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan menyandingkan data sasaran untuk mengetahui pasti jumlah anak yang perlu divaksin," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, di Jakarta, Rabu (3/11).
Selain menyandingkan data anak berusia 6-11 tahun bersama instansi terkait, pihaknya juga sedang menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan.
Petunjuk teknis tersebut juga menyangkut pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti vaksinasi seperti mekanisme yang dilakukan untuk vaksinasi usia dewasa, ibu hamil, dan orang lanjut usia.
"Kami menunggu regulasi Kemenkes, kapan boleh diberikan, karena teknis belum keluar dari Kemenkes tentang dimana dilakukan, apakah berbasis sekolah atau yang lain," ucap PNS yang akrab disapa Lies itu.
Mengingat rentang usia tersebut sudah menginjak bangku sekolah, ia mengharapkan vaksinasi bisa dilakukan juga melalui lingkungan sekolah karena pengalaman sebelumnya untuk rentang usia 12-17 tahun salah satunya dilakukan di sekolah.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penggunaan gawai secara berlebihan dapat menghambat proses pembentukan sinapsis pada otak anak
30 April 2026 14:23 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB