Rusia dan Ukraina lakukan pertukaran tawanan
Selasa, 18 Oktober 2022 8:14 WIB
Arsip-Anggota pemberontak pro-Rusia, yang menjadi tawanan perang, memasuki sebuah bus setelah pertukaran tahanan di sebelah utara Donetsk, Ukraina timur, Minggu (21/9). Pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia saling bertukar tawanan perang sesuai persyaratan gencatan senjata yang berjalan saat ini. (REUTERS/Marko Djurica )
Kiev (ANTARA) - Rusia dan Ukraina pada Senin (17/10) melakukan pertukaran tawanan, termasuk perempuan, dalam jumlah terbesar selama perang berlangsung di Ukraina, demikian menurut para pejabat kedua negara.
Menurut mereka, total ada 218 tahanan --termasuk 108 perempuan warga Ukraina-- yang dipertukarkan.
Andriy Yermak, kepala staf presiden Ukraina, mengatakan 12 warga sipil berada di antara perempuan-perempuan yang dibebaskan tersebut.
"Itu adalah pertukaran pertama untuk perempuan," tulis Yermak di aplikasi perpesanan Telegram.
Ia menambahkan bahwa 37 perempuan yang dipertukarkan itu sebelumnya ditangkap setelah pasukan Rusia mengambil alih kendali pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan, Mariupol, Ukraina, pada Mei.
Sementara itu, kementerian dalam negeri Ukraina mengatakan beberapa perempuan sudah sejak 2019 dipenjara setelah ditangkap oleh otoritas pro-Moskow di daerah-daerah timur di Ukraina.
Pemimpin yang dipilih Rusia di salah satu daerah di Ukraina sebelumnya mengatakan pemerintah Ukraina membebaskan 80 pelaut dan 30 personel militer.
Sumber: Reuters
Menurut mereka, total ada 218 tahanan --termasuk 108 perempuan warga Ukraina-- yang dipertukarkan.
Andriy Yermak, kepala staf presiden Ukraina, mengatakan 12 warga sipil berada di antara perempuan-perempuan yang dibebaskan tersebut.
"Itu adalah pertukaran pertama untuk perempuan," tulis Yermak di aplikasi perpesanan Telegram.
Ia menambahkan bahwa 37 perempuan yang dipertukarkan itu sebelumnya ditangkap setelah pasukan Rusia mengambil alih kendali pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan, Mariupol, Ukraina, pada Mei.
Sementara itu, kementerian dalam negeri Ukraina mengatakan beberapa perempuan sudah sejak 2019 dipenjara setelah ditangkap oleh otoritas pro-Moskow di daerah-daerah timur di Ukraina.
Pemimpin yang dipilih Rusia di salah satu daerah di Ukraina sebelumnya mengatakan pemerintah Ukraina membebaskan 80 pelaut dan 30 personel militer.
Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Donald Trump sebut dirinya dan Putin sepakat hentikan perang di Ukraina
13 February 2025 8:17 WIB, 2025
Polisi koordinasi dengan Interpol cari 8 perampok WN Ukraina di Bali
01 February 2025 23:11 WIB, 2025
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Donald Trump sebut dirinya dan Putin sepakat hentikan perang di Ukraina
13 February 2025 8:17 WIB, 2025