Pertemuan Sekjen PDIP Hasto dengan Romy ramai dibicarakan publik
Senin, 6 Maret 2023 19:20 WIB
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto (tengah) didampingi Ketua DPW PDI-P Sulsel Ridwan Wittiri (kiri) dan Rektor UNM Prof Husain Syam (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai membawakan kuliah umum di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/3/2023). ANTARA/Darwin Fatir.
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membenarkan ada pertemuan dengan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, Rabu (1/3).
"Kita kan saling bertemu dengan PPP, apalagi kami tetangga. Tinggal ketuk pintu tetangga, kami bertemu," kata Hasto dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin.
Hasto mengatakan pertemuan tak hanya dilakukan dengan PPP, tapi dengan partai lain, seperti Golkar dan PAN yang satu koalisi dalam Koalisi Indonesia Membangun (KIB), termasuk bertemu Gerindra dan PKB yang ada di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
"Pertemuan juga dengan Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB. Kita sering berdialog sehingga tidak ada masalah," kata Hasto. Ir H Muhammad Romahurmuziy. (ANTARA/HO- Dokumentasi Pribadi)
PDI Perjuangan, menurut dia, bekerja sama dengan partai, terutama yang memiliki kesejarahan dalam membangun republik ini.
Sebelumnya, pertemuan antara Hasto dengan Romy baru ramai dibicarakan publik setelah diunggah Romy di akun instagram pribadinya @romahurmuziy.
Romy mengungkapkan pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi atas situasi, kondisi politik nasional, dan membicarakan sistem pemilu yang sedang dalam proses "judicial review" di Mahkamah Konstitusi (MK).
Romy mengatakan bahwa satu hal yang digarisbawahi dari pertemuan itu bahwa sebagai sesama partai ideologis dan historis, PPP dan PDIP sama-sama menyatakan siap menjalani sistem pemilu proporsional baik terbuka maupun tertutup.
Di luar itu, Romy menyebut bersama Hasto bernostalgia tentang sejarah perjalanan duet PDIP-PPP pada saat Mega-Hamzah. Hal itu agar bisa mengambil pelajaran untuk posisi masing-masing pada gelaran pilpres yang akan datang.
"Kita kan saling bertemu dengan PPP, apalagi kami tetangga. Tinggal ketuk pintu tetangga, kami bertemu," kata Hasto dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin.
Hasto mengatakan pertemuan tak hanya dilakukan dengan PPP, tapi dengan partai lain, seperti Golkar dan PAN yang satu koalisi dalam Koalisi Indonesia Membangun (KIB), termasuk bertemu Gerindra dan PKB yang ada di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
"Pertemuan juga dengan Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB. Kita sering berdialog sehingga tidak ada masalah," kata Hasto. Ir H Muhammad Romahurmuziy. (ANTARA/HO- Dokumentasi Pribadi)
PDI Perjuangan, menurut dia, bekerja sama dengan partai, terutama yang memiliki kesejarahan dalam membangun republik ini.
Sebelumnya, pertemuan antara Hasto dengan Romy baru ramai dibicarakan publik setelah diunggah Romy di akun instagram pribadinya @romahurmuziy.
Romy mengungkapkan pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi atas situasi, kondisi politik nasional, dan membicarakan sistem pemilu yang sedang dalam proses "judicial review" di Mahkamah Konstitusi (MK).
Romy mengatakan bahwa satu hal yang digarisbawahi dari pertemuan itu bahwa sebagai sesama partai ideologis dan historis, PPP dan PDIP sama-sama menyatakan siap menjalani sistem pemilu proporsional baik terbuka maupun tertutup.
Di luar itu, Romy menyebut bersama Hasto bernostalgia tentang sejarah perjalanan duet PDIP-PPP pada saat Mega-Hamzah. Hal itu agar bisa mengambil pelajaran untuk posisi masing-masing pada gelaran pilpres yang akan datang.
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fraksi PDIP minta penguatan kelembagaan di Raperda Pengelolaan Kelompok Tani Murung Raya
11 March 2026 5:42 WIB
Hasto, Ganjar, Ahok, Andika Perkasa, dan Rocky Gerung tampak di Rakernas PDIP Ancol
10 January 2026 20:38 WIB
PDIP tegaskan usul pemilihan kepala daerah oleh DPRD tak bisa tergesa-gesa
23 December 2025 9:14 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Fantastis! Rp214 miliar disita dalam kasus korupsi lahan transmigrasi Kaltim
26 March 2026 22:13 WIB