Korsel laporkan dua kasus baru mpox
Kamis, 20 April 2023 18:52 WIB
Ilustrasi - Tangan penderita cacar monyet (Monkeypox). (ANTARA/HO-Sutterstock)
Seoul (ANTARA) - Korea Selatan pada Kamis melaporkan dua kasus baru mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, sehingga totalnya menjadi 20 kasus, kata otoritas kesehatan.
Kedua pasien itu adalah warga Korsel yang tinggal di Provinsi Gyeonggi dan Chungcheong Utara dan baru-baru ini tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA).
Mpox biasanya muncul terbatas di wilayah-wilayah Afrika Tengah dan Barat. Penyakit tersebut dapat menyebabkan demam, menggigil, ruam pada kulit, luka dan beberapa gejala lainnya.
Korsel pertama kali melaporkan kasus mpox pada 22 Juni tahun lalu dan empat kasus baru pada Maret. Lima kasus pertama terkait dengan riwayat perjalanan ke luar negeri, katanya.
Namun demikian, sebanyak 15 kasus baru-baru ini yang terhitung sejak 8 April ditularkan secara lokal tanpa riwayat perjalanan ke negara lain.
Sumber: Yonhap
Kedua pasien itu adalah warga Korsel yang tinggal di Provinsi Gyeonggi dan Chungcheong Utara dan baru-baru ini tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA).
Mpox biasanya muncul terbatas di wilayah-wilayah Afrika Tengah dan Barat. Penyakit tersebut dapat menyebabkan demam, menggigil, ruam pada kulit, luka dan beberapa gejala lainnya.
Korsel pertama kali melaporkan kasus mpox pada 22 Juni tahun lalu dan empat kasus baru pada Maret. Lima kasus pertama terkait dengan riwayat perjalanan ke luar negeri, katanya.
Namun demikian, sebanyak 15 kasus baru-baru ini yang terhitung sejak 8 April ditularkan secara lokal tanpa riwayat perjalanan ke negara lain.
Sumber: Yonhap
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkes sebut vaksin Mpox masih menyasar kelompok tertentu seperti HIV
30 August 2024 17:35 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Donald Trump tolak hak kembali warga Palestina dalam rencananya untuk Gaza
11 February 2025 9:13 WIB