Akibat banjir, dua gajah liar masuk ke pemukiman warga
Senin, 8 Januari 2024 19:44 WIB
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar yang keluar dari habitatnya lantaran banjir yang menggenangi Pelalawan.(ANTARA/tangkapan layar)
Pekanbaru (ANTARA) - Dua gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar dari kantong gajah Tesso Utara memasuki pemukiman di Desa Makmur, Kecamatan Kerinci Barat, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau lantaran banjir yang menggenangi daerah tersebut.
"Habitatnya memang terendam banjir saat ini karena intensitas curah hujan cukup tinggi. Maka gajah mencari tempat kering untuk mempertahankan hidupnya," Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Andri Hansen Siregar di Pekanbaru, Senin.
Dikatakan Hansen, kemunculan satwa berbadan tambun ini sempat meresahkan warga. Oleh karena itu saat ini tim BBKSDA Riau masih memantau di sekitar lokasi.
Menurutnya, Gajah ini bergerak dari Rantau Baru, ke arah timur menuju ke Desa Lubuk Ogung. Hansen mengakui pihaknua sudah memantau kurang lebih dua bulan.
Hingga saat ini belum ada bangunan yang dirusak gajah, namun tanaman warga seperti kelapa sawit dan pisang menjadi sasaran pakan satwa berbelalai tersebut. Hansen mengaku prihatin atas tanaman masyarakat yang dirusak gajah, namun pihaknya berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini.
Saat ini, dikatakan Hansen, pihaknya belum dapat melakukan penggiringan lantaran kondisi di Kabupaten Pelalawan hampir merata dengan banjir. Hal ini menyebabkan gajah enggan kembali ke habitatnya.
"Upaya penggiringan belum bisa kita lakukan karena bisa mengakibatkan gajah panik dan beresiko menyebabkan kerusakan di pemukiman," tutur Hansen.
Selain itu, kemunculan gajah ini menarik perhatian dan menjadi tontonan warga di sekitar lokasi. Hansen berpesan agar masyarakat tidak mendekati gajah.
"Kami harap warga tidak mendekati gajah. Kami berharap semua pihak termasuk perangkat desa setempat untuk melakukan pengarahan kepada warga agar tidak mendekati gajah," ujarnya.
"Habitatnya memang terendam banjir saat ini karena intensitas curah hujan cukup tinggi. Maka gajah mencari tempat kering untuk mempertahankan hidupnya," Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Andri Hansen Siregar di Pekanbaru, Senin.
Dikatakan Hansen, kemunculan satwa berbadan tambun ini sempat meresahkan warga. Oleh karena itu saat ini tim BBKSDA Riau masih memantau di sekitar lokasi.
Menurutnya, Gajah ini bergerak dari Rantau Baru, ke arah timur menuju ke Desa Lubuk Ogung. Hansen mengakui pihaknua sudah memantau kurang lebih dua bulan.
Hingga saat ini belum ada bangunan yang dirusak gajah, namun tanaman warga seperti kelapa sawit dan pisang menjadi sasaran pakan satwa berbelalai tersebut. Hansen mengaku prihatin atas tanaman masyarakat yang dirusak gajah, namun pihaknya berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini.
Saat ini, dikatakan Hansen, pihaknya belum dapat melakukan penggiringan lantaran kondisi di Kabupaten Pelalawan hampir merata dengan banjir. Hal ini menyebabkan gajah enggan kembali ke habitatnya.
"Upaya penggiringan belum bisa kita lakukan karena bisa mengakibatkan gajah panik dan beresiko menyebabkan kerusakan di pemukiman," tutur Hansen.
Selain itu, kemunculan gajah ini menarik perhatian dan menjadi tontonan warga di sekitar lokasi. Hansen berpesan agar masyarakat tidak mendekati gajah.
"Kami harap warga tidak mendekati gajah. Kami berharap semua pihak termasuk perangkat desa setempat untuk melakukan pengarahan kepada warga agar tidak mendekati gajah," ujarnya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha/Annisa Firdausi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Karantina Kalbar perketat pengawasan, cegah perdagangan satwa liar di perbatasan
27 April 2026 16:37 WIB
Polda Kalteng tingkatkan patroli di kawasan rawan balap liar dan kejahatan
23 February 2026 11:30 WIB
Snorkeling dan saksikan satwa liar jadi aktivitas seru di Pulau Menjangan
15 December 2025 11:27 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB