Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas Italia Gennaro Gattuso mewaspadai tuan rumah Bosnia dan Herzegovina yang dilatih seorang pemain poker Sergej Barbarez di final play-off A Piala Dunia 2026 zona Eropa, Rabu (1/4) dini hari WIB, di Zenica.

"Dia (Barbarez-red) adalah pemain poker yang hebat. Oleh karena itu dia cerdas dan mengerti isi kepala para pemainnya," ujar Gattuso, dikutip dari laman Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Selasa.

Barbarez memang aktif berkompetisi di dunia poker sejak pensiun pada tahun 2008. Dia kerap mengikuti beberapa turnamen poker tingkat dunia.

Juru taktik berusia 54 tahun itu pun sempat menyebut, dengan sedikit bercanda, bahwa timnya akan parkir bus andai mampu memimpin pertandingan.

Menanggapi hal itu, Gattuso menegaskan skuadnya siap dengan semua kemungkinan. Timnas Italia, dia melanjutkan, tidak akan mencari-cari alasan atas apapun yang terjadi saat pertandingan.

"Apapun yang terjadi, saya yang akan bertanggung jawab, meski itu menjadi pukulan berat kalau berupa hasil buruk. Namun, saat ini tim dalam kondisi fokus dan tenang," tutur dia.

Terkait kualitas pemain Bosnia dan Herzegovina, Gattuso menyoroti satu nama yakni penyerang gaek Edin Dzeko.

Meski sudah berusia 40 tahun, Dzeko dianggap masih memiliki insting tajam di depan gawang. Dia juga pemain yang sangat berpengalaman, pernah membela klub-klub ternama seperti Manchester City, AS Roma dan Inter Milan, tempat Dzeko meraih lebih dari lima trofi juara.

"Dua penyerang mereka (Bosnia-red) termasuk Dzeko mempunyai pergerakan bagus untuk menerima umpan silang. Saya berhubungan baik dengan Dzeko. Dia seorang profesional, sang juara dan orang yang baik," kata Gattuso.

Sementara itu, penjaga gawang Italia Gianluigi Donnaruma mengakui dia dan rekan-rekannya merasakan tekanan untuk membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2026.

Italia terakhir kali lolos ke Piala Dunia pada edisi 2014. Setelah itu, mereka absen dua kali berturut-turut yakni tahun 2018 dan 2022.

"Kami juga manusia yang merasakan tekanan. Namun, kami mesti menyimpan energi untuk pertandingan. Kami akan memberikan segalanya di lapangan. Itu akan menjadi laga yang sengit," ujar Donnaruma.