Sukamara (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, Suhadi menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi secara aman, bermutu, dan bergizi, sehingga perlu sinergi untuk mewujudkan keamanan pangan.

"Penguatan sistem keamanan pangan dinilai menjadi langkah strategis yang harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa, pasar, sekolah hingga skala kabupaten," katanya di Sukamara, Rabu.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Advokasi Terpadu Program Keamanan Pangan Kabupaten Sukamara Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Sukamara

Suhadi mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap pangan yang dikonsumsi masyarakat terbebas dari berbagai risiko yang membahayakan kesehatan. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukamara, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan, khususnya Loka POM Kotawaringin Barat, yang telah menginisiasi kegiatan advokasi terpadu ini,” ujarnya.

Baca juga: Diskeptan Sukamara fokus cetak petani milenial

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan upaya memperkuat sinergi lintas sektor melalui sejumlah program, di antaranya Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, serta Program Kabupaten/Kota Pangan Aman yang dilaksanakan secara terintegrasi.

Lebih lanjut, Suhadi menegaskan keberhasilan program keamanan pangan tidak dapat dicapai secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perangkat desa, dunia pendidikan, pelaku usaha, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun komitmen bersama, peningkatan koordinasi, dan integrasi program lintas sektor guna mewujudkan sistem keamanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukamara,” katanya.

Ia juga menyoroti peran strategis desa, pasar, dan sekolah sebagai garda terdepan dalam menciptakan ekosistem pangan yang aman dan sehat. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan didorong agar aktif dalam implementasi program, mulai dari hulu hingga hilir.

Suhadi juga berharap, advokasi ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret serta rencana tindak lanjut yang segera diimplementasikan. Hal ini diharapkan mampu mendorong Kabupaten Sukamara menjadi daerah unggul dalam penerapan keamanan pangan.

“Sejalan dengan visi Sukamara Baru, kita ingin mewujudkan daerah yang mandiri, sejahtera, berdaya saing, dan berkemajuan berlandaskan akhlakul karimah,” demikian pungkasnya.

Baca juga: BPBD Sukamara sebut karhutla lebih terkendali

Baca juga: Pemkab Sukamara dukung penguatan peran pemuda di Kalteng

Baca juga: Bupati Sukamara tetap genjot pembangunan jalan dan jembatan meski efisiensi anggaran