Fotografer Asing Terhipnotis Seni Budaya Kalteng

id Fotografer Asing Terhipnotis Seni Budaya Kalteng, FBIM Kalteng 2013, Tari-tarian dayak, Lomba foto

Salah satu aktrasi tarian dari peserta FestivalBudaya Isen Mulang (FBIM) 2013 (FOTO ANTARA Kalteng/Ronny NT)

menjadi satu kesempatan bagi Kalteng untuk mempromosikan seni dan budaya khas masyarakat Kalimantan.
Palangka Raya, 18/5 (Antara) - Sejumlah wartawan dan fotografer asing merasa terhipnotis oleh sejumlah aksi pergelaran seni budaya Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Sabtu Sore.

"Amazing," ucap Tod, salah seorang fotografer yang mengaku berasal dari negeri Kangguru, Australia. Tod sepertinya sangat terpesona dengan tarian eksotis pembuka usai tradisi Lawang Sekepeng.

Sementara Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, dalam sambutannya meminta agar festival bergengsi ini lebih ditingkatkan lagi.

"Harapan saya semoga tahun-tahun berikutnya festival ini bukan hanya kegiatan Kalteng saja, namun dapat mengajak seluruh provinsi di wilayah Kalimantan, dan lebih berkesan lagi jika seluruh provinsi di Indonesia turut ambil bagian dalam karnaval ini," kata Teras Narang.

Festival Seni Budaya Isen Mulang (FSBIM) di Palangka Raya Sabtu sore diikuti 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng. Mereka tampil dengan sejumlah ciri khas masing-masing.

FSBIM sendiri merupakan rangkaian acara rutin tahunan menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 23 Mei setiap tahun.

Dilaporkan, Festival bergengsi ini diliput ratusan wartawan dari berbagai media di Indonesia serta media internasional. Antara lain Majalah Seni Budaya, Garuda, sejumlah televisi nasional dan puluhan media cetak dan online.

Festival ini, kata Teras Narang, menjadi satu kesempatan bagi Kalteng untuk mempromosikan seni dan budaya khas masyarakat Kalimantan.

Salah satu yang menarik perhatian pengunjung dalam Karnaval ini adalah ciri ornamen yang digunakan sejumlah peserta yang terkesan sakral dan eksotis. Bulu, tato dan pedang mandau menjadi magnet yang memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap penampilan peserta karnaval.

Kendati terdapat persamaan ciri seni budaya masing-masing kabupaten di Kalteng, namun tetap terlihat beberapa perbedaan yang membuatnya menjadi sangat spesial. Aksesoris dan warna yang ditampilkan dalam karnaval ini menjadi sangat menarik dengan sedikit sentuhan modernisasi tanpa mengubah struktur aslinya.

Saat ini Kalteng tidak hanya terkenal sebagai pilot project untuk pengembangan Hutan Berkelanjutan. Namun memiliki banyak budaya dan cerita, dan sudah mulai diperkenalkan hingga ke mancanegara.

Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus melakukan promosi ke berbagai negara. Salah satunya dengan mengikuti Promo Expo International di Berlin dua tahun lalu.

Menurut catatan Disbudpar Kalteng, sejak mengikuti Promo Expo Internasional di Berlin, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di pulau Borneo ini meningkat tajam. Lonjakan wisman itu mulai terlihat sejak 2010 dengan kenaikan jumlah kunjungan wisman sebesar 176,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

Disbudpar mencatat, pada periode 2005 hingga 2009, jumlah kunjungan wisman di Kalteng hanya berada di kisaran 1.000 hingga 2.300 wisman per tahun. Namun tahun 2010 melonjak menjadi 6.380 wisman. Selanjutnya di tahun 2011 kembali naik hingga ke posisi angka 6.671 wisman.

Tahun 2012, jumlah kunjungan wisman di Kalteng sudah melampaui 7.000 wisman. Kondisi selama dua tahun terakhir menjadi gambaran bagi Kalteng bahwa Pulau Seribu Sungai ini semakin dikenal di Mancanegara.




(T.KR-OSL/C/H-KWR/H-KWR)

Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar