Pemkab Barut Targetkan 500 Pasangan Nikah Massal

id Pemkab Barut Targetkan 500 Pasangan Nikah Massal

Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia (tengah) menjadi saksi pasangan yang mengikuti kegiatan nikah massal di Kelurahan Kalampangan.

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Pengadilan Agama Muara Teweh berencana menggelar isbat nikah massal dengan target 500 pasangan.

"Isbat nikah masal itu dijadwalkan pada Maret 2015 untuk pasangan suami-istri yang data pernikahannya belum terdaftar di pemerintah ini," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Barito Utara (Barut) Ledianto di Muara Teweh, Selasa.

Menurut Ledianto, saat ini mereka yang sudah mendaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebanyak 167 pasangan untuk mengikuti Isbat Nikah.

Mereka berasal dari Desa Lemo II Kecamatan Teweh Tengah sebanyak 107 orang pasangan dan 60 pasangan dari Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah.

"Kami masih membuka pendaftaran bagi pasangan yang mau melakukan isbat nikah massal," katanya.

Ledianto menjelaskan, isbat nikah massal ini nantinya dilaksanakan agar pasangan yang belum memiliki buku nikah atau belum tercatat sebagai pasangan suami istri di Kantor Urusan Agama (KUA) bisa mendapatkan buku nikah (legalitas pernikahan).

Apabila pasangan suami-istri pernikahannya tidak terdaftar, maka akan kesulitan dalam mengurus data kependudukan, seperti halnya membuat akta kelahiran (AK) untuk anak.

"Ini sangat penting, sebab untuk masuk sekolah AK anak menjadi salah satu yang dipersyaratkan oleh pihak sekolah," katanya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Utara Tuaini Ismail, mengatakan banyak warga di Kabupaten Barito Utara hingga saat ini masih belum memiliki akta nikah atau surat nikah yang dikeluarkan dari Kepala KUA di masing-masing kecamatan.

Dia berharap persoalan tersebut tidak perlu sampai membawa Pengadilan Agama cukup Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk proses pendataan, setelah datanya lengkap baru diajukan ke Pengadilan Agama sebagai bentuk proses isbat nikahnya.

"Ini dimaksudkan untuk mempermudah persoalan warga yang sebagian besar belum memiliki akta nikah atau surat nikah," ujar Tuaini.

Sementara dari sebagian warga yang belum memiliki surat nikah itu sudah punya anak, tetapi tidak jelas jaminan anak-anaknya, karena faktor tersebut.

"Maka dari itu, persoalan Isbat nikah ini merupakan hal sangat penting bagi pasangan suami-istri yang nikah secara siri, terutama untuk memberi kejelasan jaminan harta gono-gini bagi anak-anaknya kelak," katanya.



(T.K009/C/H-KWR/H-KWR)

Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar