Tokoh Kalteng Prof KMA Usop Tutup Usia

id Prof KMA Usop, tokoh kalteng

Almarhum Prof. Kena Muhammad Aini Matseman Usop, MA. atau yang lebih dikenal dengan Prof KMA Usop. (PP/Istimewa)

Palangka Raya, (Antara Kalteng) - Salah satu tokoh adat dan budayawan di Provinsi Kalimantan Tengah Prof. Kena Muhammad Aini Matseman Usop, MA. atau yang lebih dikenal dengan Prof KMA Usop telah tutup usia pada Sabtu (15/8) malam di salah satu rumah sakit Kota Malang.

Prof Usop meninggal di Kota Malang karena pada 8 Agustus lalu almarhum diundang Universitas Merdeka sebagai penguji tamu ujian disertasi terbuka menantunya sebagai persyaratan mengambil gelar doktor, kata Cucu almarhum Pungkal A Djinu, di Palangka Raya, Minggu.
     
"Ketika hadir sebagai dosen tamu tersebut kondisi fisik almarhum sudah terlihat lemah, sehingga usai pelaksanaan ujian disertasi terbuka beliau langsung dilarikan ke salah satu rumah sakit untuk dirawat secara intensif," ucapnya.
     
Pihak keluarga mengaku sangat kehilangan sosok yang saat ini dinilai cukup banyak memberikan kontribusi bagi daerah Kalimantan Tengah, khususnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat baik di pemerintahan atau secara umum.
     
Selain sebagai akademisi, Prof KMA Usop juga merupakan Presedium Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak dan Daerah Kalimantan Tengah (LMMDD-KT) yang selama ini selalu eksis memperjuangkan aspirasi dan kepentingan kearifan lokal khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat setempat.
     
Sementara itu, Wakil Ketua LMMDD-KT Eko Riadi menilai jasa almarhum sangat pantas untuk dikenang sebagai pejuang dan tokoh adat di Kalteng, sehingga saat ini diharapkan jenazahnya nanti dapat dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang sebagai bentuk perhargaan.
     
"Itu merupakan kehendak kami, namun semuanya masih menunggu keputusan musyawarah dari pihak keluarga," ujarnya.
     
Eko Riadi mengungkapkan, banyak tanda jasa yang sudah diterima Prof KMA Usop baik itu pada tingkatan lokal bahkan sampai tingkat nasional dari berbagai macam lembaga, instansi, kementrian, bahkan TNI.
     
Dikatakannya, banyak yang sudah dilakukan oleh almarhum untuk Kalteng bahkan pemikiran-pemikirannya selalu menjadi salah satu pertimbangan dan acuan bagi pemerintah daerah Provinsi Kalteng dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis demi kepentingan kearifan lokal.
     
Mantan Ajudan Prof Usop saat menjabat sebagai Rektor Unpar, Iskandar menjelaskan sosok almarhum sangat gigih dalam memperjuangkan perkembangan dunia pendidikan di Kalteng.
     
"Prof Usop menyelesaikan pendidikan Strata 1 nya di New Delhi, India, dan disana beliau sempat menjadi penyiar yang menyebarluaskan berbagai macam informasi tentang Negara Indonesia, dan itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang terdekatnya," ujar Iskandar.
     
Prof KMA Usop lahir pada 5 Juli 1936 di Desa Balawang, Kabupaten Kuala Kapuas, Provinsi Kalteng dan wafat di usianya yang ke 79 tahun dengan meninggalkan empat orang anak.

Pewarta :
Editor: Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar