Logo Header Antaranews Kalteng

Gubernur Paparkan Kronologis Kebakaran Di Biro Keuangan

Minggu, 1 November 2015 20:26 WIB
Image Print
Api membakar Kantor Gubernur Kalimantan Tengah di Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Minggu (1/11). (ANTARA FOTO/Ronny NT)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Penjabat Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo langsung mengumpulkan wartawan dan memaparkan kronologis terjadinya kebakaran di komplek perkantoran Gubernur yang menghanguskan gedung Biro Keuangan maupun Biro Perekonomian, Minggu siang.

Penyebab kebakaran sampai sekarang belum diketahui dan tidak berani berspekulasi, namun untuk memastikannya telah meminta aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan, kata Hadi saat jumpa pers di komplek perkatoran Gubernur Kalteng.

"Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 wib. Sebelum kebakaran, listrik di komplek perkantoran Gubernur memang sempat padam. Kalau awal mula kebakaran informasinya dari tengah-tengah gedung Perekonomian," tambahnya.

Hadi yang juga Deputi di Kementerian Dalam Negeri itu mengatakan saat terjadinya kebakaran tidak ada satupun staf Biro Perekonomian maupun Biro Keuangan yang lembur, sedangkan tempat jaga Satpol PP agak jauh dari gedung tersebut.

"Orang yang pertama mengetahui terjadinya kebakaran justru Irawan selaku konsultan pengawas pembangunan gedung perkantoran Gubernur Kalteng. Beliau saat berkeliling di komplek perkantoran Gubernur ada melihat asap dari gedung Biro Ekonomi," ucapnya.

Setelah melihat api tersebut Irawan langsung bergegas melaporkan ke personil Satpol PP yang sedang berjaga. Personil tersebut pun berupaya melakukan pemadaman, namun tidak berhasil dan meminta bantuan ke pemadam kebakaran.

Pj Gubernur mengakui sekitar pukul 13.00 atau sebelum terjadinya kebakaran, ada seorang staf Biro Keuangan bernama Yuni yang datang untuk bekerja, namun karena kondisi listrik padam terpaksa dibatalkan dan pulang.

"Kedatangan Yuni diketahui personel Satpol PP yang berjaga, bahkan tercatat meminjam kunci ruangan Biro Keuangan. Resmi memang diperintahkan untuk kerja lembur staf keuangan itu," tegas Hadi.

Gedung dua lantai dengan luas 1.750 meter persegi terbakar itu biasa digunakan untuk staf maupun Kepala Biro Ekonomi di lantai satu serta Biro Keuangan di lantai dua, serta berdempetan dengan ruangan Gubernur Kalteng.

Dia mengatakan, mengenai kerugian akibat kebakaran tersebut masih dilakukan inventarisasi, namun yang pastinya berkas-berkas maupun sejumlah uang di Biro Keuangan dan Biro Ekonomi habis terbakar.

"Saya memastikan kebakaran ini tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Pembahasan APBD 2016 juga tidak ada masalah, karena berkas-berkas yang terbakar di Biro Keuangan dan Ekonomi ada juga di Bappeda Provinsi," demikian Hadi.

Sampai berita ini di turunkan, pihak pemadam kebakaran milik Pemerintah maupub swasta serta Polda Kalteng masih terus melakukan pemadaman walau api sudah tidak terlihat.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026