Logo Header Antaranews Kalteng

PLN Siapkan Genset Amankan Listrik Ujian Nasional

Kamis, 24 Maret 2016 09:14 WIB
Image Print
Ilustrasi, PLN. (Istimewa)
Ada beberapa sekolah yang tidak memiliki genset, kita berupaya mem-`back up`. Ada tiga sekolah, ini tugas kami menyediakannya dengan menyewa genset,"

Sampit (Antara Kalteng) - Perusahaan Listrik Negara Rayon Sampit akan menyiapkan genset untuk mengamankan pasokan listrik ke sekolah-sekolah yang menggelar ujian nasional berbasis komputer pada 4 hingga 12 April 2016.

"Kami berusaha ikut menyukseskan ujian nasional. Ada beberapa sekolah yang tidak memiliki genset, kita berupaya mem-`back up`. Ada tiga sekolah, ini tugas kami menyediakannya dengan menyewa genset," kata Manajer PT PLN Rayon Sampit, Ginter Theo Limin di Sampit, Rabu.

PLN menunjukkan keseriusan mereka mendukung pelaksanaan ujian nasional dengan menggelar apel siaga. Apel ini untuk menegaskan kesiapan seluruh unit kerja dalam mengawal dan mengamankan pelaksanaan ujian nasional nanti.

Untuk sekolah-sekolah yang menggelar ujian nasional berbasis komputer, PLN mengantisipasi pemadaman dengan menyiapkan genset. Namun Ginter tidak berani menjamin tidak adanya pemadaman malam hari saat anak-anak sedang belajar karena malam hari merupakan saat beban puncak.

"Kami berusaha semaksimal mungkin tidak melakukan pemadaman di permukiman, khususnya malam hari. Nanti rencananya sementara pemadaman untuk industri, hotel dan usaha, seperti hotel dan pusat perbelanjaan. Kita harapkan mereka gunakan genset dulu, sehingga listrik yang biasa untuk mereka bisa kita alihkan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Ginter.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Ahmad Syaifudi mengapresiasi kepedulian PLN dalam masalah ini. Dia berharap pelaksanaan ujian nasional berjalan lancar dan hasilnya memuaskan.

"Kami apresiasi PLN yang tanggap. Ada tujuh sekolah yang akan menggelar ujian nasional berbasis komputer. Ini membutuhkan pasokan listrik. Sedangkan sekolah lainnya berbasis kertas, tapi mereka juga membutuhkan daya listrik," kata Syaifudi.

Tahun ini ada tujuh sekolah di Kotawaringin Timur yang menggelar ujian nasional dengan sistem Computer Base Test (CBT) atau online. Sistem ini mutlak harus ada pasokan listrik untuk menghidupkan perangkat komputer.

Tujuh sekolah yang sudah siap menggelar ujian nasional dengan CBT adalah SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2 Sampit, SMKN Kotabesi dan SMKN Cempaga. Jumlah ini jauh meningkat dibanding tahun lalu yang hanya satu sekolah yaitu SMKN 2 Sampit.

Tahun 2015 lalu ada dua sekolah di Kalimantan Tengah yang melaksanakan UN secara online yaitu MAN Model Kota Palangka Raya dan SMKN 2 Sampit Kotawaringin Timur. Dua sekolah itu dipilih karena dinilai sudah siap melaksanakan UN dengan sistem ini, khususnya dalam hal ketersediaan fasilitas.




Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026