Tarzan Bahaur Diduga Sengaja Diasingkan Ayahnya ke Hutan, Kenapa?

id pulang pisau, tarzan bahaur, dinsosnakertrans pulpis, muhammad noor

Tarzan Bahaur Diduga Sengaja Diasingkan Ayahnya ke Hutan, Kenapa?

Tarzan Bahaur alias Muhammad Noor diduga diasingkan oleh keluarganya. (Foto TKSK Kecamatan Kahayan Kuala)

Pulang Pisau (Antara Kalteng) - Tarzan Bahaur adalah Muhammad Noor, warga Desa Bahaur Batu Raya RT 04 Kecamatan Kahayan Kuala berusia 26 tahun ini disebut-sebut memiliki keterbelakangan mental.  Pria ini menjadi viral di media sosial setelah foto dan kehidupan di pengasingannya terangkat publikasi media, karena sebelumnya hanya menjadi rahasia umum bagi warga setempat.

Dari informasi yang dihimpun ANTARA, pria putih dan memiliki wajah tampan ini diduga sengaja diasingkan pihak keluarga ke dalam hutan pinggiran desa tersebut.  Beberapa versi menyebutkan bahwa Noor diduga sengaja diungsikan setelah bapaknya bernama Arbain menikah lagi dengan istri kedua bernama Sumiati. Sedangkan istri pertama ibu kandung Noor, pulang ke Samarinda dan sampai saat ini tidak diketahui rimbanya.

Ada juga yang menyebut, bahwa diasingkannya Noor karena diduga dianggap sebagai anak pembawa sial, hingga akhirnya Arbain dan Sumiati sepakat untuk mengasingkan Noor ke seberang hutan di pinggiran desa tersebut.  Tidak diketahui pasti,  apakah keterbelakangan mental yang dialami Noor terjadi setelah diasingkan atau sebelum diasingkan.

Latar belakang orang tua Noor sendiri, dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Anak dari istri pertama Arbain ini sudah diasingkan dari keluarga sejak empat tahun lalu,  bukan delapan tahun seperti informasi yang berkembang.

Tenaga Kesejahteraan Sukarela Kecamatan (TKSK) Kahayan Kuala,  Bidin mengungkapkan meski dianggap keterbelakangan mental, Noor masih bisa diajak komunikasi.

"Kita prihatin dengan kehidupan Noor, sebelumnya ada sebagian masyarakat sudah mengetahui, hanya tidak mau ikut mencampuri urusan keluarga tersebut," kata Bidin,  Sabtu.

Dikatakan Bidin, kehidupan yang dialami Tarzan ini cukup memprihatinkan. Tinggal didalam gubuk yang tidak layak seorang diri. Makanan juga hanya ala kadarnya,  terkadang diberi bahan makanan oleh orang tuanya, terkadang tidak.

Karenanya,  kata dia, Noor hanya makan daun dan umbi-umbian untuk menyambung hidup. Sebenarnya Noor bisa memasak nasi, tapi pasokan bahan makanan dari pihak keluarga membuat Noor makan dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang ada di sekitarnya.

Masyarakat yang peduli dengan keadaan Noor, kata dia, berharap agar Noor secepatnya mendapatkan penanganan dari pemerintah setempat maupun pihak-pihak terkait lainnya.
 
Bidin mengatakan bahwa dirinya sudah melaporkan masalah ini kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat untuk bisa ditindaklanjuti.

Menurut Bidin,  kondisi fisik dan kesehatan Noor juga terus menurun. Kakinya sudah tidak bisa digerakkan, karena itu untuk berjalan pria dengan rambut panjang dan tidak terawat ini hanya bisa melakukannya dengan merangkak.

Sementara itu untuk bisa ke lokasi gubuk pemuda yang disebut-sebut sebagai Tarzan ini cukup jauh. Dari ibukota Pulang Pisau menuju Desa Bahaur Hulu Kecamatan Kahayan Kuala membutuhkan waktu 2-3 jam melalui jalan darat.  Untuk menuju lokasi Desa Bahaur Batu Raya menempuh waktu selama 30 menit perjalanan di darat dan menyeberang dengan menggunakan transportasi air.

Pewarta :
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar