Bartim Kaji Penurunan Produksi Beras 2016 dan Upaya 2017

id barito timur, produksi beras di bartim, penurunan beras 2016 di bartim

Berladang merupakan kebiasaan masyarakat Bartim dalam bercocok tanam padi. Nampak salah satu ladang masyarakat di Desa Dorong Kecamatan Dusun Timur, Sabtu (7/1/2017) terlihat subur. (Foto Antara Kalteng/Habibullah)

Tamiang Layang (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) melalui Dinas Pertanian melakukan pengkajian terhadap penurunan produksi beras tahun 2016 yang berdampak sistemik pada surplus beras dan swasembada pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Ir Riza Rahmadi mengatakan, pengkajian ini mencakup masalah ladang yang dibuka dengan cara membakar lahan. Karena ketakutan membuka lahan dengan dibakar, membuat petani tidak berupaya berladang.

"Salah satu yang dikaji adalah masalah ini serta bagaimana peningkatan produksi beras di tahun 2017 ini," ungkapnya per telepon, Sabtu (7/1/2017).

Untuk meningkatkan produksi beras dalam rangka memenuhi swasembada pangan nasional, lahan pertanian disediakan seluas 13.000 hektar pada tahun 2016 kemarin. Selain itu, diprogramkan asuransi lahan pertanian seluas lebih kurang 5.000 hektar.

"Asuransi dimaksud untuk berjaga - jaga agar petani tidak merugi jika sawah dan ladang terkena musibah bencana dan serangan hama," katanya.

Demgan tersedianya laham pertanian baru mampu menjadikan Kalteng mandiri pangan seperti yang diharapkan pemerintah pusat.

Terlebih lagi Bupati Bartim Ampera AY Mebas berkomitmen  mengoptimalkan pengelolaan pertanian serta menampung permasalahan petani untuk diperbaiki kedepannya. Permasalahan yang dikeluhkan petani akan dicatat untuk ditindaklanjuti.
 
Dari data yang ada, Kabupaten Bartim merupakan salah satu kabupaten yang surplus beras dari tujuh kabupaten, yakni, Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Utara, Lamandau, Katingan dan Pulang Pisau.

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar