Wow! Harga Cabai Di Palangka Raya "Meroket Tajam" Hingga Capai Rp150 Ribu/Kg

id Palangka Raya, Harga Cabai, Harga Cabai Di Palangka Raya Meroket Tajam Hingga Capai Rp150 Ribu/Kg, Arathuni D Djaban

Ilustrasi - (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

...pada hari ini Rp150 ribu per kilogram padahal normalnya hanya antara Rp60 hingga Rp80 ribu per kilogram,"
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Harga cabai rawit di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus melonjak dari Rp60 ribu kini mencapai Rp150 ribu per kilogram.

"Dalam beberapa hari terakhir harga cabai terus naik. Khususnya untuk cabai rawit, pada hari ini Rp150 ribu per kilogram padahal normalnya hanya antara Rp60 hingga Rp80 ribu per kilogram," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Arathuni D Djaban di ruang kerjanya, Senin.

Selain itu, lanjut dia, untuk harga cabai merah dari harga berkisar Rp40-Rp50 ribu saat ini juga telah menembus harga Rp60 ribu per kilogram.

Sementara untuk harga cabai keriting dari harga normal antara Rp60-Rp70 ribu per kilogram, hari ini telah mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Menurut dia, terus melonjaknya harga ini karena persediaan cabai menipis akibat alur distribusi tersendat, dan produksi para petani lokal tidak mampu memenuhi permintaan pasar.

"Saat ini kondisi cuaca sedang tidak menentu sehingga alur distribusi juga terganggu. Apalagi saat ini permasalahan harga cabai juga telah menjadi isu perdagangan di beberapa daerah di Indonesia," katanya.

Pihaknya pun tidak bisa memastikan kapan harga cabai di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini kembali normal.

Warga Palanga Raya mengeluhkan keadaan ini. Sri, salah satunya, wanita yang berprofesi sebagai bedagang warung makan.

"Harga cabai naik otomatis modal yang harus saya keluarga juga bertambah. Untuk mengatasi ini saya terpaksa harus menggurangi penggunaan cabai pada masakan," kata ibu dua anak ini.

Dia cemas pengurangan abai pada masakannya akan berpengaruh pada kunjungan para pelanggannya.

Sri berharap pemerintah melakukan intervensi sehingga harga cabai di pasaran kembali normal.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar