Presiden Jokowi Gelar Jamuan Makan untuk Presiden Afghanistan

id Jokowi, presiden indonesia, presiden afganistan, Presiden Jokowi Gelar Jamuan Makan untuk Presiden Afghanistan

Presiden Jokowi Gelar Jamuan Makan untuk Presiden Afghanistan

Presiden Joko Widodo saat di rumah makan di Jalan Kahayan, berjumpa dengan insan pers di Kalteng, Sabtu siang. (Foto Antara Kalteng/Zaenal A.)

Jakarta (Antara Kalteng) - Presiden RI Joko Widodo menggelar jamuan makan untuk Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani di Istana Negara di Jakarta, Rabu malam.

Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani tiba di Istana Negara, Jakarta, Rabu malam sekitar pukul 19.05 WIB.

Ghani disambut dengan penyambutan kenegaraan dan dijemput oleh Kepala Sekretariat Presiden RI Darmansyah Djumala yang mengantarkan hingga kedepan pintu Istana Negara.

Di dalam, telah menanti Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Acara jamuan makan malam tersebut berlangsung tertutup untuk media.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Presiden Ashraf Ghani melakukan beberapa agenda kenegaraan di antaranya pertemuan bilateral dan penandatanganan 5 nota kesepahaman bersama antara dua negara.

"Merupakan suatu kehormatan bagi indonesia menerima kunjungan Presiden Afganistan Yang Mulia Ashraf Ghani. Kunjungan kenegaraan ini merupakan yang pertama kali Yang Mulia ke Indonesia. Afganistan adalah salah satu negara pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia dan kedua negara berperan aktif menyukseskan Konferensi Asia Afrika pada 1955. Hubungan Indonesia-Afganistan berjalan baik dan bersahabat selama 62 tahun. Dalam pertemuan bilateral yang baru saja berlangsung," katanya.

Sementara Presiden Ashraf Ghani memandang Indonesia sebagai negara yang sukses dalam mengkonsolidasikan demokrasi, peraturan hukum, dan pemerintahan yang konstitusional.

"Indonesia merupakan kisah yang tidak terlupakan tentang peredaan konflik, penuh perencanaan, dan yang paling signifikan kami ingin bergabung dengan Anda dalam menginterpretasikan peradaban Islam sebagai rahmatan lilalamin," kata Ghani.

Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar