Jumat, 20 Oktober 2017

BPMPD Kapuas Diminta Cari Solusi Antisipasi Harga Dari Para Tangkulak

id Kapuas, kuala kapuas, bupati kapuas, ben brahim, Ben Brahim S Bahat, bulog kapuas, Bulog, klteng, kalimantan tengah, tangkulak
BPMPD Kapuas Diminta Cari Solusi Antisipasi Harga Dari Para Tangkulak
Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat (kanan) saat acara lounching pendistribusan Rastra tahun 2017 tingkat Kabupaten Kapuas, di kawasan pergudangan bulog divre Kapuas, Rabu (26/4/17). (Foto Antara Kalteng/Ahmad Effendi)
Kuala Kapuas (Antara Kalteng) - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Ir Ben Brahim S Bahat meminta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa setempat untuk segera membantu Badan Usaha Milik Desa agar terlepas dari jeratan para tangkulak yang dapat mempermainkan harga di daerah itu.

"BPMPD bisa mencarikan solusinya untuk Bumdes terkait menstabilkan masalah harga dari para tangkulak. Ke depan Bumdes bisa bekerjasama dengan pihak Bulog untuk menampung hasil pertanian masyarakat, agar para petani tidak lagi dirugikan oleh ulah para tengkulak," kata Ben Brahim dalam sambutannya pada acara lounching pendistribusan rastra tahun 2017 tingkat Kabupaten Kapuas, di kawasan pergudangan bulog divre Kapuas, Rabu.

Menurut Ben, selama ini masih banyak terjadi para petani dikasih modal dan nanti dibeli dengan harga semaunya oleh para tengkulak, hal semacam itu harus di bantu dan dicarikan solusinya.

Badan Usaha Milik Desa perannya cukup strategis dan dapat digalakkan agar para petani yang selama ini terjerat tengkulak dapat ditekan dengan hasil kerjasama dengan pihak Bulog.

Bupati Kapuas itu mengatakan, bahwa angka kemiskinan di Kapuas sejak tahun 2013 mengalami penurunanan dari yang awalnya tujuh persen, kini menjadi 6,2 persen dan pertumbuhan ekomomi yang sebelumnya 5 persen kini naik menjadi 6,26 persen. 

"Kita bangga bahwa ada indikasi kita ke arah yang lebih baik, namun kita terus mendorong bagaimana supaya masyarakat kita ini lebih sejahtera lagi. Kepada para Camat ini tugas kita bersama agar angka kemiskinan semakin berkurang," katanya. 

Dia juga meminta peran Camat yang ada di daerah itu agar kembali mendata masyarakat yang berhak menerima beras bersubsidi dari pemerintah, sebab adanya penurunan angka kemiskinan itu menujukkan taraf hidup masyarakat lebih baik dimana yang dulunya miskin sekarang sudah lebih sejahtera.  

Kondisi tersebut tambahnya tidak terlepas dari adanya faktor pendorong yang diantaranya karena infrastruktur yang kini sudah membaik hingga mempermudah masyarakat dalam berusaha di bidang pertanian. 

Editor: Ronny

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga