Struktur Gaji ASN Akan Diubah?

id struktur gaji ASN, ASN, gaji ASN, menkeu Sri Mulyani

Ilustrasi, Aparatur sipil negara. (FOTO ANTARA Kalteng/Ronny NT)

Jakarta (Antara Kalteng) - Pemerintah tengah mengkaji format baru gaji aparatur sipil negara (ASN) dan berharap akan menemukan struktur penggajian yang tepat sehingga sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, komposisi gaji ASN terdiri dari gaji pokok dan tunjangan kinerja dan kemahalan daerah. Saat ini, komposisi tunjangan lebih besar dari gaji pokok. Ke depan, pemerintah akan mengubah komposisi tersebut karena gaji pokok terkait dengan jaminan sosial.

Untuk membahas perubahan komposisi tersebut, Sri Mulyani terus melakukan pertemuan dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur.

"Kalau dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN) kan disebutkan bahwa penerimaan ASN dari gaji, tunjangan dan lain-lain. Menteri PANRB bersama dengan Menteri Keuangan sekarang sedang memikirkan format, struktur penggajian ini agar sesuai kebutuhan organisasi saat ini," kata dia usai Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (10/5/2017).

Sri Mulyani belum menerangkan bagaimana rancangan komposisi penggajian tersebut. 

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja sebelumnya mengatakan, pemerintah akan mengubah struktur pendapatan ASN. Pasalnya, struktur yang ada saat ini tidak seimbang.

Ada tiga unsur besar yang menentukan penghasilan ASN. Unsur tersebut yakni gaji pokok, tunjangan kinerja, dan kemahalan daerah. "Saat ini memang antara gaji pokok dan tunjangan kinerja tidak berimbang. Gaji pokok kecil, kemudian tunjangan yang besar," kata dia.

Padahal, gaji pokok juga menentukan jaminan kesehatan dan pensiun ASN. "Memang persoalannya saat ini yang jaminan kesehatan, pensiun basis persentase gaji pokok. Ketika gaji pokok naik, maka berdampak ke struktur pensiun dan seterusnya," jelas dia.

Sebab itu, pemerintah akan berhati-hati mengubah struktur pendapatan tersebut. Lantaran, ini akan berdampak pada anggaran negara.

"Kita sangat berhati-hari di situ. Ketika akan meningkatkan struktur gaji pokok, cek kemampuan negara cukup apa tidak. Ini seluruh wilayah Nusantara," tandas dia. 

Pewarta :
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar