Rabu, 18 Oktober 2017

Harga Elpiji 3 Kg di Seruyan Naik Jadi Rp27.000, Kok Bisa?

id elpiji 3 kg, harga elpiji di seruyan, kuala pembuang
Harga Elpiji 3 Kg di Seruyan Naik Jadi Rp27.000, Kok Bisa?
Ilustrasi - Gas Elpiji 3 Kg. (Istimewa)
Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Harga elpiji ukuran tiga kilogram di tingkat pedagang pengecer wilayah Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah mengalami kenaikan hingga Rp27.000 per tabung.

"Harga dari agennya sudah tinggi, maka terpaksa harganya juga naik," kata pengecer elpiji Anggi di Kuala Pembuang, Jumat.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti naiknya harga elpiji yang disuplai dari agen. Namun, berkurangnya suplai elpiji tiga kilogram sudah terjadi sejak Mei lalu.

"Pihak agen mengatakan stok elpiji mulai susah, dan memang biasanya elpiji tiga kilogram kita jual antara Rp20.000-Rp22.0000/tabung," katanya.

Selain harga elpiji dari agen yang naik, para pengecer elpiji juga mendapat jumlah suplai yang terbatas dari pihak agen. Setiap pengecer hanya dijatahi mulai dari 50 hingga 300 tabung elpiji tiga kilogram per bulannya.

"Katanya jatah elpiji untuk pengecer dibagi-bagi," katanya.

Menurutnya, meski mengalami kenaikan, namun kosumen yang datang membeli elpiji tiga kilogram tidak pernah mengeluhkan masalah harga selama elpiji masih terus tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Pembeli yang datang paling hanya bertanya kenapa jadi naik. Tapi akhirnya tetap membeli karena memang memerlukan," katanya.

Sementara salah satu warga Jalan Sultan Adam Kuala Pembuang Edy mengatakan, masyarakat terpaksa membeli elpiji tiga kilogram dengan harga tinggi karena tidak punya pilihan lain selain menggunakan elpiji untuk keperluan memasak sehari-hari.

Dia berharap harga elpiji tidak terus mengalami kenaikan dan dapat secepatnya kembali normal mengingat saat Ramadhan seperti sekarang keperluan lain masyarakat juga mulai meningkat terlebih lagi menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah nanti.

"Kita hanya bisa berharap harga elpiji tiga kilogram dapat kembali normal karena selama Ramadhan hingga lebaran banyak pula keperluan lain yang harus dipenuhi," katanya. 

Editor: Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga