Selasa, 17 Oktober 2017

Arus Mudik Melalui Pelabuhan Sampit Terus Meningkat

id pelabuhan sampit, mudik lebaran, arus mudik
Arus Mudik Melalui Pelabuhan Sampit Terus Meningkat
Kapolsek KPM Sampit, Iptu Ervan Ali Reza bersama anggotanya memeriksa penumpang seiring meningkatnya arus mudik di Pelabuhan Sampit, Minggu (11/6/2017) pagi. KM Sirimau bertolak menuju Surabaya mengangkut 1.155 penumpang. (Foto Antara Kalteng/Norjani)
Sampit (Antara Kalteng) - Penumpang mudik lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah yang berangkat melalui Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari biasanya.

"Memang terjadi peningkatan jumlah penumpang yang sangat siginifkan dibandingkan sebelumnya. Alhamdulillah tadi berjalan aman dan lancar berkat kerjasama serta koordinasi semua pihak. Calon penumpang juga tertib dan mau mengikuti arahan petugas," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Mentaya, Iptu Ervan Ali Reza di Sampit, Minggu.

Berdasarkan data, KM Sirimau bertolak dari Pelabuhan Sampit sekitar pukul 10.05 WIB menuju Surabaya dengan mengangkut sebanyak 1.155 penumpang. Sebelumnya, kapal ini tiba di Pelabuhan Sampit sekitar pukul 07.30 WIB dan menurunkan 157 penumpang.

Jumlah penumpang yang diberangkatkan ini meningkat tajam dibanding saat kondisi normal yang biasanya hanya mengangkut kurang dari 500 penumpang. Sesuai kondisi kapal dan fasilitas, kapal milik PT Pelni ini berkapasitas 1.600 penumpang.

Meningkatnya jumlah penumpang membuat suasana pelabuhan yang terletak di pinggir Sungai Mentaya itu terlihat makin padat. Calon penumpang umumnya datang satu hari sebelum lebaran dan menginap di hotel atau losmen yang ada di sekitar pelabuhan.

Untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus penumpang ke dalam kapal, pengaturan dan pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya, anggota Subdenpom Sampit, pegawai KSOP Kelas III Sampit, petugas keamanan PT Pelindo III Cabang Sampit dan anggota Pramuka Saka Bahari Sampit.

"Pengamanan dan pemeriksaan terhadap para penumpang dan barang bawaannya dilakukan untuk mengantisipasi adanya barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam dan barang berbahaya lainnya. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang-barang berbahaya," kata Ervan.

Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Agus Suprijatna mengatakan, pihaknya menyiapkan tiga kapal dengan sembilan call atau keberangkatan terhitung mulai H-15 untuk melayani pemudik dari Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan Surabaya. Jumlah penumpang dipastikan terus meningkat hingga menjelang lebaran nanti.

"Untuk mencegah adanya penumpang ilegal, kami memberlakukan penjualan tiket secara online, serta diikuti pemeriksaan ketat mulai di pintu masuk terminal penumpang hingga di atas kapal," kata Agus.

Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit, jumlah pemudik melalui Pelabuhan Sampit tahun ini diperkirakan ada 19.128 penumpang, naik 1,8 persen dibanding saat arus mudik lebaran 2016 lalu yang hanya 18.790 penumpang.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, telah disiapkan 17 call atau keberangkatan, terdiri dari sembilan call dilayani PT Pelni dan delapan call dilayani PT Dharma Lautan Utama. 

Editor: Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga