Selasa, 17 Oktober 2017

Kabaintelkam Polri Safari Ramadhan di Kalteng

id kabaintelkam polri, safari ramadhan, kalimantan tengah, polda kalteng, Kabaintelkam Polri Komjen Lutfi Lubihanto
Kabaintelkam Polri Safari Ramadhan di Kalteng
Kapolda Kalteng Brigjend Pol Anang Revandoko saat menyambut Kabaintelkam Polri Komjen Lutfi Lubihanto (kanan) di Bandara Tjilik Riwut, Jumat (16/6/17). (Foto Humas Polda Kalteng)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Komjen Lutfi Lubihanto bersama Sahlijemen Kapolri Irjen Yavianes Mahar dan Dirkamneg BIK Brigjen Pol Djoko Mulyono melakukan safari di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat.

Kehadiran Kabaintelkam bersama petinggi Polri ini mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri Safari Ramadhan 1438 H di Masjid Nurul Islam, kata Kapolda Kalteng Brigjend Pol Anang Revandoko didampingi Wakapolda Kombes Pol Dedy Prasetyo di Bandara Tjilik Riwut kota Palangka Raya.

"Kunjungan ini suatu kehormatan bagi Polda Kalteng karena langsung dihadiri tiga Jenderal Mabes Polri. Apalagi Kabaintelkam ini kan baru pertama kali datang ke Kalteng," tambahnya.

Kabaintelkam beserta rombongan informasinya akan melaksanakan buka puasa bersama Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran beserta forum komunikasi pimpinan Daerah yang ada di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila" ini.

Sebelumnya di tempat terpisah, Kapolda Kalteng meminta kepada semua elemen masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan isu yang tidak benar, karena bisa membuat antar kelompok bentrok yang dipicu informasi bohong atau hoax tersebut.

"Toleransi di Kalteng sangat tinggi, maka dari itu kalau jadi umat Islam, Hindu, Kristen, Protestan dan Budha yang berasal dari Indonesia dan memahami Kebhinnekaan di Indonesia. Bukan menjadi umat agama yang sepertinya berasal dari luar tetapi tidak menjunjung Kebhinnekaan," kata Anang.

Dia menjelaskan, Kalteng selama ini aman dari isu-isu yang dapat memecah belah kesatuan di daerah tersebut. Bahkan solidnya tingkat kebersamaan yang dibalut dalam falsafah Huma Betang.

"Perbedaan di Kalteng selama ini tidak jadi masalah, Bahkan ketenteraman dan selalu terjaga. Ini karena tokoh adat dan berbagai agama saling bahu-membahu memberikan pemahaman kepada pengikutnya agar tidak mudah bercerai berai dengan informasi bohong," kata Anang.

Editor: Admin Kalteng

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga