Presiden Minta Para Relawan Sebarkan Nilai Optimisme

id Presiden, Jokowi, Relawan Sebarkan Nilai Optimisme

Presiden Joko Widodo. (ANTARA/Biro Pers Setpres-Laily Rachev)

Jakarta (Antara Kalteng) - Presiden Joko Widodo mengajar agar para relawan pendukungnya dapat menyebarkan nilai-nilai optimisme sekaligus mengorganisasikan diri.

"Membutuhkan kerja keras kita semuanya untuk menyebarluaskan nilai-nilai optimisme, menyebarkan nilai positif kepada seluruh masyarakat jangan sampai kita terjebak hal-hal pesimisme karena optimisme, rasa bangga terhadap bangsa Indonesia sangat penting bagi kita semua," kata Presiden dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Pendukung Setia Jokowi 2017 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Jumat.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 10 ribu orang itu, ketua panitia Silatnas II Mohamat Yamin menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Jokowi untuk dapat menjabat sebagai Presiden RI hingga 2 periode.

"Jangan kita justru sekali menebar pesismisme dan rendah diri karena sekali lagi tantangan-tangangan ke depan semakin berat," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi juga meminta agar para relawan mengorganisasikan diri dengan mengajak rakyat memiliki etos kerja dan produktivitas yang baik.

"Jangan kita justru terjebak dengan bicara hal yang tidak perlu. Saya ingin mengingatkan kita semua untuk stop mencela, menjelekkan, menyalahkan di antara saudara-saudara kita, saudara sebangsa dan setanah air, jangan lagi bicara hoax, ribut soal patung, ribut mengenai SARA, sibuk mengadu domba antar kita sendiri sehingga energi kita habis untuk hal-hal produktif," jelas Presiden.

Selain itu Presiden juga mengingatkan mengenai tantangan perkembangan teknologi yang dapat mengubah pola interaksi manusia

"Saya ingatkan 5-10 tahun lagi mungkin kita sudah tidak baca koran lagi, sudah tidak lihat TV lagi. Hanya modal smartphone, HP, gadget, gawai sudah ada berita online ada di situ, mau lihat TV tinggal klik netflix, video juga ada di situ jadi peruabhan sangat cepat," ungkap Presiden.

Selain perubahan teknologi informasi, kemudahan teknologi juga mengubah pola konsumsi masyarakat.

"Jangan salah mengambil posisi karena masa transsi penting untuk selalu mendengarkan perubahan-perubahan di masyarakat, apa kenginan mereka, apa yang berubah. Saya sekarang baru beli sate tidak pergi lagi ke warung sate, kita pakai go-food sudah setengah jam sampai. Beli gado-gado tidak usah ke warung gado-gado sudah go-food setengah jam sampai. Ini yang tidak kita perkirakan karena interaksi komunikasi sudah berubbah dan ini yang harus disadari," jelas Presiden.

Ia juga memohon maaf kepada para pendukungnya tidak bisa menyalami mereka satu per satu.

"Mohon maaf tidak bisa salami satu per satu, saya mau salami tapi tidak mudah, Saya baru masuk dua baris, keringat saya sudah keluar semua, semakin kurus saya nanti," kata Presiden mengundang tawa para relawan.

Ia kembali menegaskan agar para relawan dapat bekerja bersama-sama.

"Sekali lagi marilah kita rapatkan barusan kita bekerja bersama-sama, bekerja sama. Kita jaga kerpecayaan karena modal kita itu, modal kita bisa dipercaya. Oleh sebab itu dalam kesempatan baik ini saya ajak kita semuanya kembali menyatukan langkah kembali bergerak dalam rangka membangun negara kita yang kita cintai," ungkap Presiden.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar