Rabu, 18 Oktober 2017

Pemkab Kotim Gencar Sosialisasikan Masalah Kesehatan Lingkungan

id Kotawaringin Timur, pemkab kotim, Masalah Kesehatan Lingkungan, Wakil Bupati HM Taufiq Mukri, Hang Ali
Pemkab Kotim Gencar Sosialisasikan Masalah Kesehatan Lingkungan
Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri (kanan) memberikan kenang-kenangan kepada Direktur Penyehatan Lingkungan, Imran Agus Nurali dan Anggota Komisi IX DPR RI, Hang Ali Saputra Syahpahan, Sabtu (12/8/17). (Foto Antara Kalteng/Norjani)
Berdasarkan data WHO, sanitasi di Indonesia merupakan terburuk kedua setelah India.
Sampit (Antara Kalteng) - Masih rendahnya kesehatan lingkungan membuat pemerintah lebih gencar mensosialisasikan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat, salah satunya di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data WHO, sanitasi di Indonesia merupakan terburuk kedua setelah India.

"Kita hanya sedikit lebih baik dibanding Kamboja dan Timor Leste. Sanitasi yang buruk bisa mempengaruhi perkembangan anak, salah satunya diindikasikan kekerdilan," kata Wakil Bupati HM Taufiq Mukri saat membuka sosialisasi Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Sampit, Sabtu.

Sosialisasi ini dihadiri Bupati H Supian Hadi, anggota Komisi IX DPR RI, Hang Ali Saputra Syahpahan, Direktur Penyehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Imran Agus Nurali, Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur dr Faisal Novendra Cahyanto, camat, lurah dan sejumlah kepala puskesmas.

Menurut Taufiq, masih banyaknya masyarakat yang buang air besar maupun membuang sampah di sungai, menjadi perhatian pihaknya. Berbagai upaya dilakukan untuk menggugah kesadaran masyarakat, seperti membangun toilet yang memenuhi ketentuan kesehatan serta menambah tempat pembuangan sampah.

Lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat yang disampaikan yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan dengan baik, pengelolaan sampah rumah tangga dengan baik dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan baik.

Anggota Komisi IX DPR RI, Hang Ali Saputra Syahpahan mengatakan, masyarakat harus peduli dengan kesehatan lingkungan. Masalah ini berdampak langsung terhadap kesehatan tubuh setiap orang.

"Septik tank yang kita buat, kadang saat air pasang, bisa naik dan merembes. Ditambah lagi dengan adanya jamban di sungai. Padahal air sungai kadang menjadi sumber air minum," kata Hang Ali

Politikus dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah ini menilai, perlu perbaikan sanitasi untuk menekan penyakit menular dan memicu penyakit tidak menular. Hang Ali mengapresiasi gerakan cuci tangan kembali diajarkan di sekolah, tapi masih banyak ruang publik yang tidak menyediakan tempat cuci tangan.

Gerakan mencuci tangan harus terus digalakkan, apalagi kebiasaan masyarakat Kalimantan makan menggunakan tangan tanpa sendok.

Kegiatan ini dilanjutkan pemasangan toilet yang dipasangi alat khusus untuk mengurai tinja sehingga tinja yang dibuang tidak mengotori sungai. Alat tersebut merupakan temuan Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya dan diharapkan menjadi percontohan. 

Editor: Ronny

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga