Kamis, 19 Oktober 2017

Siswa SDN 5 Langkai Palangka Raya Bersekolah di Tenda

id sekolah terbakar, sdn 5 langkai palangka raya, wakil wali kota palangka raya, mofit saptono
Siswa SDN 5 Langkai Palangka Raya Bersekolah di Tenda
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio (pertama kiri), Kepala SDN 5 Langkai, Setiowati (dua kanan) serta sejumlah pejabat pemerintah kota saat memantau tenda yang digunakan siswa belajar di SDN setempat, Rabu (30/8). (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah yang gedung sekolahnya terbakar pada periode Juli lalu mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar menggunakan tenda.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio di SDN 5 Langkai yang merupakan salah satu sekolah yang dibakar, pada Rabu mengatakan pemanfaatan tenda untuk kegiatan belajar siswa tersebut bersifat sementara.

"Ini hanya alternatif sementara. Informasi dari kepala sekolah mulai pukul 07.00 sampai 09.00 WIB tenda ini telah digunakan untuk belajar siswa," katanya saat mengunjungi sekolah tersebut.

Dia mengatakan, terbatasnya waktu pemanfaatan tenda tersebut mengacu pada aspek kenyamanan siswa yang mana ketika hari semakin siang cuaca semakin panas sehingga udara dalam tenda terasa lebih panas.

"Tenda ini sudah difungsikan dan digunakan. Namun kita harus menambah perlengkapan seperti meja pendek dan blower atau kipas angin karena cuaca saat siang hari terasa semakin panas," katanya.

Tenda tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah sebanyak empat tenda berukuran sekira 6x8 meter.

"Tenda ini kita sebarkan di beberapa sekolah yang mengalami musibah kebakaran. Yang pasti sampai saat ini tidak ada proses belajar mengajar yang tertunda dan terabaikan. Ini jaminan dan garansi dari pemerintah kota," katanya.

Kepala SDN 5 Langkai, Palangka Raya, Setiowati mengatakan, sebelumnya tenda bantuan tersebut telah digunakan oleh siswa kelas tiga.

Namun, karena kondisi saat siang hari tidak kondusif untuk kenyamanan proses belajar mengajar, maka kegiatan para siswa tersebut dipindahkan ke ruang Perpustakaan.

"Kendala penggunaan tenda ini ialah panas saat siang hari dan basah saat hujan. Maka tenda ini juga kita manfaatkan sementara sesuai kondisi," katanya.

Pihaknya pun berharap agar Dinas Pendidikan Kota dapat segera melengkapi sarana dan prasarana belajar di tenda seperti kipas angin dan meja belajar agar para siswa semakin nyaman dalam melaksanakan aktivitasnya.

Editor: Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga