Ternyata! Pertumbuhan Ekonomi Kotim Belum Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

id DPRD Kotim, Abdul Khalik, Belum Signifikan Tingkatkan Kesejahteraan, Ketua Fraksi Kebangkitan Hati Nurani DPRD Kotim H Abdul Khalik

Ketua Fraksi Kebangkitan Hati Nurani DPRD Kotim, H Abdul Khalik. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Dilihat dari jumlah yang sudah terdata saja, belum lagi yang belum terdata. Jadi dapat disimpulkan bahwa perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat belum benar-benar meningkat,"
Sampit (Antara Kalteng) - Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dinilai belum signifikan membawa perubahan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat setempat.

Pertumbuhan ekonomi belum signifikan dibanding persentase tingkat kemiskinan selama tiga tahun terakhir di Kotim yang cukup memprihatinkan, kata Ketua Fraksi Kebangkitan Hati Nurani DPRD Kotim H.Abdul Khalik di Sampit, Rabu.

"Dilihat dari jumlah yang sudah terdata saja, belum lagi yang belum terdata. Jadi dapat disimpulkan bahwa perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat belum benar-benar meningkat," ucapnya.

Fenomena ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sangat disayangkan jika pertumbuhan ekonomi hanya terjadi pada kelompok ekonomi makro, namun tidak berdampak besar terhadap ekonomi mikro atau pelaku usaha kecil.

Abdul Khalik berharap program pembangunan yang akan dicanangkan adalah program yang berdampak ekonomis terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program tersebut yang berdampak pada kesejahteraan.

Masalah pengangguran juga sangat membutuhkan perhatian semua pihak dan harus benar-benar dicarikan solusinya. Pemerintah dan pihak swasta diharapkan membuat program yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja.

"Kondisi tingkat pengangguran ini sudah pada tingkat waspada sehingga tidak salahnya juga memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal," ucap Abdul Khalik.

Meski begitu, di sisi lain Abdul Khalik mengapresiasi tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sudah cukup baik karena dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan dan pendidikan yang telah mencapai standar hidup layak semua lapisan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, kata Abdul Khalik, laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Kotawaringin Timur yaitu pada tahun 2014 sebesar 7,37 persen, tahun 2015 sebesar 7,66 persen dan tahun 2016 sebesar 7,95 persen.

Pertumbuhan tersebut diharapkan bisa dipertahankan sehingga tahun 2017 ini pertumbuhan ekonomi tetap optimis baik dan tahun 2018 nanti jauh lebih baik lagi.

Tingkat inflasi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir juga menurun dan pada tahun 2016 hanya 2,46 persen.

Hal ini cukup menggembirakan, namun tentunya berkaitan dengan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok yang harus diperhatikan yaitu terhadap pengendalian kestabilan harga sembilan bahan pokok yang merupakan kebutuhan utama masyarakat.

Setiap tahun pendapatan perkapita masyarakat selalu meningkat, tetapi kenaikan tersebut tidak signifikan karena masih terpengaruh pada besarnya pengeluaran biaya hidup akibat kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Untuk itu, pemerintah harus terus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan menekan laju inflasi. 

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar