Kades Tumbang Pasangon Gumas Jadi Tersangka Korupsi

id kades tumbang pasangon, kejari gumas, ADD

Tersangka saat menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Pidsus Kejari Gumas, Tarung pada Selasa (7/11/17). (Foto Antara Kalteng/Jemmy Kamis)

Kuala Kurun (Antara Kalteng) - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunung Mas (Gumas), menetapkan Kepala Desa (Kades) Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gumas, Hd (36) sebagai tersangka pada Selasa (7/11/17), usai diperiksa tim penyidik.

Tersangka Hd diduga melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyalahgunaan keuangan Dana Desa (DD), dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Tumbang Pasangon Tahun 2016 dengan kerugian negara berdasarkan penghitungan BPKP Perwakilan Kalteng, mencapai Rp 100 juta lebih. 

Tersangka, kemudian digiring menuju rutan Klas II A Palangka Raya untuk menjalani penahanan. Atas penahanan kliennya ini, pengacara Labih Marat Binti merasa keberatan lantaran harus dilakukan penahanan. Padahal, kliennya sudah kooperatif.

Ia juga beralasan, ada paradigma ganda yang digunakan penyidik Kejari Gumas dalam menyingkapi Tipikor. Ia mencontohkan, perkara Tipikor Unpar, Unpar, Disdikbud Kalteng yang tersangkanya tidak ditahan.

"Kami masih mempertimbangkan untuk melakukan pra peradilan. Kalau itu ada peluang, kami akan melakukan langkah hukum. Intinya, saya sangat keberatan atas ditahannya klien kami," ungkapnya didampingi rekannya Arif Irawan Sanjaya kepada awak media.

Sementara itu, Kasi Pidsus Tarung menjelaskan. Penetapan Hd sebagai tersangka, sudah sesuai dengan ketentuan per-Undang-Undangan, dan SOP. Tersangka, diduga melanggar Pasal 2,3, 9 UU Nomor 31 Tentang Pemberantasn Tipikor dengan ancaman pidana maksimal, mulai dari 20 tahun, seumur hidup, dan hukuman mati.

"Dan kami selaku penyidik, dan Ketua Tim penyidik, mengusulkan tersangka ditahan untuk mempercepat proses penanganan perkara selanjutnya," jelasnya.

Terkait ada rencana pra peradilan dari Penasehat hukum atau pengacara, ia menyatakan menghormati dan menghargai. 

"Kami siap untuk menghadapinya. Karena proses penyelidikan, dan Penyidikan sudah sesuai dengan proses perundang-undangan dan SOP," tandasnya.

Ditanya Antara Kalteng, terkait kemungkinan diseretnya tersangka lainnya. Kasi Pidsus Tarung, belum mau berasumsi lebih jauh. Ia mengatakan, untuk sementara masih satu tersangka.

"Nanti berdasarkan hasil persidangan. Apabila ada perbuatan melawan hukum dari perangkat desa lainnya, misal Bendahara desa maka akan kami tetapkan tersangka juga," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar