Sungai Barito Meluap, Banjiri Sejumlah Ruas Jalan

id banjir di barut, banjir muara teweh, sungai barito

Warga bermain di kawasan banjir di Jalan Merak Muara Teweh akibat meluapnya Sungai Barito,Kamis Sore. (Foto Antara Kalteng/Kasriadi)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Banjir akibat luapan Sungai Barito di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus meluas sehingga beberapa ruas jalan sudah tidak bisa dilewati mobil maupun sepeda motor.

"Ketinggian air terus bertambah bahkan sejumlah jalan sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat," kata seorang warga Muara Teweh, Hamsi di Muara Teweh, Kamis.

Kawasan yang terendam banjir musiman di Muara Teweh yang sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat di antaranya sebagian Jalan Merak dan Jalan Imam Bonjol dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter.

Sedangkan jalan lainnya yakni Jalan Dahlia dan Jalan Panglima Batur juga mulai terendam banjir antara 10 hingga 25 cm.

"Kios kami juga sudah terendam, kita harapkan banjir segera surut," kata warga Jalan Dahlia Muara Teweh ini.

Sementara banjir juga merendam sejumlah desa yang berada di dataran rendah di beberapa kecamatan lainnya terutama di daerah aliran Sungai Barito.

"Saat ini ketinggian banjir terus bertambah yang merendam jalan kawasan tempat tinggal kami di Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru," kata seorang warga Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru, Irwansyah.

Kelurahan Jambu yang terendam banjir, yakni di Manggala RT 05 dan RT 06 dengan ketinggian air kini sudah berkisar satu meter lebih.

"Banjir bertambah dan saat ini warga sudah berkemas-kemas untuk mengangkut sejumlah barang rumah tangga ke tempat yang lebih aman dari banjir musiman ini," kata Irwansyah.

Kawasan yang terendam banjir musiman ini selain merendam sejumlah desa di Kecamatan Lahei dan Teweh Baru juga merendam sejumlah kawasan pinggiran Sungai Barito seperti di Kecamatan Teweh Tengah dan Montallat akibatnya selain jalan terendam banjir juga kebun karet milik warga juga terendam banjir sehingga petani tidak bisa menyadap karet.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar