Banjir Jalan Muara Teweh-Banjarmasin Sudah Surut

id banjir, banjir muara teweh, barito utara, banjarmasin, Banjir Jalan Muara Teweh-Banjarmasin Sudah Surut, banjir surut, Desa Sikui

Kepala Dinas Sosial PMD Barito Utara Sugianto P Putra didampingi Camat Teweh Baru Ajirni saat meninjau banjir di Desa Sikui menggunakan perahu pada Kamis pagi, kini banjir pada Kamis (9/11/17) Sore sudah surut. (Ist)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Banjir yang merendam ruas Jalan Negara Muara Teweh-Banjarmasin di kilometer 27 akibat meluapnya Sungai Sikui anak Sungai Teweh di wilayah Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, sejak Kamis pagi sudah surut.

"Banjir yang sempat merendam ruas jalan negara itu dan rumah warga dengan ketinggian air sekitar satu meter, pada Kamis sore sudah surut dan transportasi mulai lancar," kata Hartoyo, warga Desa Sikui Kecamatan Teweh Baru, Kamis sore.

Menurut Hartoyo meski ruas jalan negara itu masih berair, namun sudah bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua dan mobil.

"Banjir diperkirakan malam nanti sudah kering, untuk sementara tidak ada korban harta benda maupun jiwa," kata Hartoyo yang juga Kepala SMAN 1 Teweh Baru di Desa Sikui ini.

Dia mengatakan banjir akibat meluapnya Sungai Sikui itu karena hujan lebat yang melanda kawasan itu dalam beberapa jam sejak Kamis (9/11) pagi sekitar pukul 04.00 WIB dan hingga Kamis siang, banjir masih merendam kawasan jalan negara dan Desa Sikui.

"Memang banjir ini biasanya tidak lama antara 3-4 jam kemudian sudah surut, namun telah mengganggu aktivitas masyarakat dan anak sekolah diliburkan akibat banjir pagi tadi," katanya.

Banjir di jalan negara atau di sekitar kawasan pasar Desa Sikui itu pada pagi tadi mencapai sepanjang 500 meter dan rumah warga yang berada di kanan dan kiri jalan terendam banjir setinggi paha orang dewasa.

"Banjir mengakibatkan gangguan arus transportasi darat dari Muara Teweh ke luar daerah dan sebaliknya. Akibatnya terjadi antrean panjang baik sepeda motor maupun mobil dan truk," katanya.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar