Produksi Perikanan Budidaya Palangka Raya Capai Rp79,4 Miliar

id Palangka Raya, produksi perikanan budidaya palangka raya, Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Lensi Asi

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Lensi Asi. (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengungkapkan, nilai produksi perikanan budidaya di kota setempat pada triwulan ketiga 2017 mencapai Rp79,477 miliar lebih.

"Jumlah tersebut merupakan nilai produksi berbagai jenis ikan budidaya selama triwulan ke tiga tahun ini yang mana total produksinya mencapai 3.393,24 ton," kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Lensi Asi, Senin.

Lensi mengatakan, cara budidaya yang dilakukan oleh masyarakat di "Kota Cantik" Palangka Raya ini menggunakan tiga cara yakni kolam, karamba dan karamba jaring apung (KJA).

Secara khusus untuk kategori budidaya menggunakan karamba, hasil ikan yang didapat mencapai 1.973 ton dengan nilai Rp48,302 miliar lebih.

Untuk ikan budidaya menggunakan kolam, total produksi mencapai 1.418 ton lebih senilai Rp31,199 miliar lebih dan produksi budidaya KJA mencapai 1,24 ton dengan nilai mencapai Rp55,970 juta.

Untuk ikan yang dibudidayakan, Dinas Perikanan Palangka Raya mengkategorikan menjadi 10 jenis utama yakni ikan mas, nila, gurame, patin, lele, bawal, toman, baung, betok dan ikan gabus. Sementara jenis ikan lainnya diklasifikasikan sebagai jenis ikan lainnya.

Tiga urutan teratas baik dari segi teknik budidaya, hasil produksi maupun nilai hasil budidaya ikan tersebut urutan pertama ialah budidaya ikan patin dengan total produksi 1,819 ton lebih dengan nilai produksi Rp32,744 miliar lebih.

Selanjutnya ialah ikan nila dengan produksi 734 ton lebih dengan nilai Rp22,781 miliar lebih dan urutan ketiga ialah hasil produksi ikan mas sebanyak 355,75 ton yang bernilai Rp11,028 miliar lebih.

Selama 2017 pihaknya pun menargetkan sektor perikanan budidaya dapat menghasilkan produksi ikan sebanyak 12.000 ton.

"Berdasarkan hasil tahun-tahun sebelumnya, kami optimis target tersebut dapat tercapai," katanya.

Meski demikian, pemanfaatan potensi perikanan budidaya di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini belum maksimal sampai saat ini baru tercatat sekira 2.000 lebih warga yang membudidayakan ikan.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar