Sudah 40 Nelayan Kotim Bersedia Direlokasi

id Wakil Bupati, HM Taufiq Mukri, Nelayan Kotim

Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri (kiri) dan Camat Teluk Sampit Samsurijal berdiri di batas tanah yang terkena abrasi. Abrasi di objek wisata Pantai Ujung Pandaran makin parah akibat kuatnya gelombang laut. ( Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antara Kalteng) - Sebanyak 40 kepala keluarga nelayan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringim Timur, Kalimantan Tengah, bersedia direlokasi dan menempati rumah yang disiapkan pemerintah.

"Laporan yang saya terima, hari ini sudah ada 40 kepala keluarga yang bersedia menempati rumah-rumah yang sudah disiapkan. Mudah-mudahan nanti semua sudah menempati rumah tersebut sebelum batas akhir yang ditetapkan," kata Wakil Bupati HM Taufiq Mukri di Sampit, Kamis.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan merelokasi nelayan yang tinggal di Pantai Ujung Pandaran. Penyebabnya, abrasi yang melanda pantai itu makin parah. Bahkan dalam lima tahun terakhir, sudah lebih dari 30 rumah yang dibongkar karena pondasi rumah ambles akibat tanahnya tergerus abrasi.

Total rumah yang akan direlokasi sebanyak 326 rumah. Saat ini ada 88 rumah tipe 36 siap huni yang dibangun dari bantuan pemerintah pusat pada 2016 lalu.

Perumahan nelayan yang dibangun di atas lahan seluas 18 hektare itu selesai pada 2016. Semua rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur dan satu ruang tamu itu sudah siap dihuni.

Pemerintah memberi batas waktu seluruh nelayan untuk pindah ke rumah itu paling lambat akhir Desember 2017. Ini syarat mutlak agar pemerintah daerah bisa kembali mengusulkan bantuan pembangunan rumah serupa kepada pemerintah pusat.

"Harus ditempati semua dulu, baru bisa mengusulkan lagi. Pemerintah daerah juga akan membangun fasilitas lain yakni listrik, air bersih dan tempat tambat perahu," kata Taufiq.

Bertahan tinggal di pinggir pantai dinilai cukup rawan karena abrasi masih terjadi. Akan lebih baik mendukung program pemerintah yang akan menata kawasan itu menjadi objek wisata andalan yang lebih menarik.

Taufiq mengatakan, relokasi menjadi langkah yang harus dilakukan demi keamanan warga Desa Ujung Pandaran yang tinggal di bibir pantai dari abrasi. Selain untuk penanganan abrasi, pemerintah daerah juga akan menata pantai yang merupakan objek wisata itu agar makin menarik minat wisatawan.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar